BMKG Ungkap Penyebab Hujan Intens di Jakarta Sepanjang 2026
BMKG menyatakan bahwa hujan intens yang melanda Jakarta sepanjang awal 2026, khususnya di wilayah Jabodetabek, disebabkan oleh dinamika atmosfer yang kompleks melibatkan penguatan aliran Monsun Asia dan sistem tekanan rendah. Faktor-faktor ini menciptakan zona konvergensi udara lembab yang memicu pembentukan awan cumulus-nimbus secara masif, menghasilkan curah hujan ekstrem hingga 100-200 mm/hari di beberapa titik.
Faktor Utama Penyebab Hujan
Penguatan Monsun Asia membawa udara lembab dari Laut China Selatan melalui Selat Karimata langsung ke Jawa, menyebabkan konvergensi angin selatan yang kuat hingga NTB. Sistem tekanan rendah di timur Australia memperlambat aliran udara selatan, menciptakan sirkulasi siklonik yang meningkatkan potensi hujan lebat di Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, bibit siklon tropis 96S dan 97S di Samudra Hindia selatan serta Laut Timor memperkuat angin kencang, memperburuk kondisi cuaca hingga pertengahan Januari 2026.
Dampak di Jabodetabek
Hujan deras ini telah memicu banjir di Jakarta akibat drainase tersumbat dan sungai meluap, dengan BMKG memprediksi puncaknya berlangsung hingga akhir Januari. Wilayah seperti Jakarta Utara, Selatan, dan Depok paling terdampak, disertai risiko longsor di pinggiran kota. Pemerintah daerah telah mengaktifkan status siaga darurat, sementara BMKG menyarankan masyarakat memantau prakiraan harian untuk menghindari kerumunan di area rawan.
Prakiraan Jangka Pendek
Cuaca Jabodetabek hingga 19-25 Januari 2026 diprediksi masih berpotensi hujan lebat dengan petir, terutama siang hingga malam hari. Tren nasional menunjukkan pola musiman La NiƱa lemah yang memperpanjang musim hujan di Indonesia bagian barat, termasuk Jakarta, hingga Februari. Warga diimbau mempersiapkan evakuasi dini dan memanfaatkan aplikasi BMKG Info Cuaca untuk update real-time.

