Chengdong Investment Lepas 3,7 Miliar Saham BUMI, Kepemilikan Kini di Bawah 5 Persen

Chengdong Investment Lepas 3,7 Miliar Saham BUMI, Kepemilikan Kini di Bawah 5 Persen

Chengdong Investment Corporation, dana kekayaan negara China, telah melepas 3,7 miliar lembar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), sehingga kepemilikannya turun di bawah ambang 5 persen yang krusial untuk kewajiban pelaporan. Langkah divestasi bertahap ini terjadi akhir 2025 hingga awal Januari 2026, mencerminkan strategi penyesuaian portofolio di tengah fluktuasi harga batubara global. Pengurangan saham ini memicu dinamika pasar signifikan, termasuk peningkatan partisipasi investor ritel lokal.

Rincian Transaksi Penjualan

Chengdong menjual sekitar 3,71 miliar saham pada Desember 2025 dengan harga rata-rata Rp238 hingga Rp388 per lembar, meraup dana sekitar Rp1,03 triliun. 

Kepemilikan awal 6,99% (25,99 miliar saham) menyusut menjadi 5,99% (22,28 miliar saham) per akhir Desember 2025, lalu lanjut ke 4,99% (18,56 miliar saham) setelah transaksi tambahan awal 2026. Proses ini dilakukan melalui pasar reguler dan negosiasi, dengan volume harian tinggi yang menekan harga saham sementara.

Struktur Pemilik Saham BUMI

Sebelum divestasi, pemegang saham utama BUMI mencakup Mach Energy Australia Pty Ltd (45,78%), Treasure Global Investments Limited (8,08%), dan Chengdong di urutan ketiga sekitar 7%. Penurunan posisi Chengdong membuka ruang bagi investor ritel, di mana jumlah pemodal kecil melonjak drastis saat aksi jual masif terjadi. Grup Bakrie dan Salim tetap dominan melalui entitas terkait, meski sentimen asing memburuk.

Dampak pada Harga Saham dan Volume

Saham BUMI anjlok ke Rp362 per 24 Desember 2025, dengan volume perdagangan mencapai miliaran lembar akibat tekanan jual. Net sell asing mencapai puncak, tapi rebound ritel menstabilkan harga jangka pendek. Hingga 13 Januari 2026, saham ini menunjukkan volatilitas tinggi, dipengaruhi prospek ekspor batubara dan kebijakan domestik.

Konteks Strategis Chengdong

Sebagai sovereign wealth fund China, Chengdong secara historis aktif di sektor energi Indonesia, tapi penjualan berulang sejak Juni 2025 menandakan diversifikasi dari aset batubara berisiko. 

Kepemilikan di bawah 5% menghapus status pemegang saham signifikan, mengurangi biaya monitoring dan pelaporan ke OJK. BUMI, emiten milik Grup Bakrie-Salim, kini fokus restrukturisasi utang dan ekspansi hijau untuk tarik investor baru.

 

Next Post Previous Post