Dari Pertamina Hulu hingga Blu, Ini Pipeline Penawaran Umum Perdana Saham Awal 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sekitar 13 emiten yang berada dalam pipeline IPO untuk awal 2026, termasuk perusahaan besar dari BUMN dan swasta seperti Pertamina Hulu Energi (PHE) serta blu by BCA. Pipeline ini mencakup berbagai sektor seperti energi, perbankan digital, dan pertambangan, dengan target BEI hingga 50 IPO sepanjang tahun untuk tingkatkan likuiditas pasar. Kehadiran emiten jumbo ini diharapkan memperkuat IHSG di tengah sentimen January Effect.
Emiten Unggulan
Pipeline IPO awal 2026 didominasi perusahaan skala besar atau lighthouse company, dengan dua emiten jumbo dari sektor infrastruktur dan pertambangan siap melantai di kuartal I.
Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai anak usaha BUMN tengah mempersiapkan IPO pasca-merger, sementara Inalum fokus valuasi pra-IPO untuk ekspansi alumina. Blu by BCA, meski sempat diklarifikasi belum ada rencana pasti, tetap masuk rumor pipeline dengan kinerja laba tumbuh 89% yoy di Q3 2025.
Daftar Calon IPO
Berikut daftar utama emiten dalam pipeline IPO awal 2026 berdasarkan rumor dan laporan BEI:
|
Emiten |
Sektor |
Catatan |
|
Pertamina Hulu Energi (PHE) |
Energi (Hulu Migas) |
Persiapan intensif pasca-merger anak usaha Pertamina |
|
Blu by BCA |
Perbankan Digital |
Laba Q3 2025 Rp135 miliar, pertumbuhan kredit 51% yoy |
|
Inalum |
Pertambangan/Alumina |
Valuasi pra-IPO, investasi SGAR Mempawah Fase II |
|
Bank Jakarta (Bank DKI) |
Perbankan |
OJK beri restu, sinyal IPO kuat |
|
Neo Energy |
Baterai/Energi Baru |
Proses PDIE, mitra Gotion High-Tech |
|
Medco Power |
Energi |
Masuk rumor IPO 2026 |
Dampak bagi Pasar
IPO-IPO ini diproyeksikan himpun dana triliunan rupiah, mirip pencapaian 2025 sebesar Rp18,11 triliun dari 26 emiten. BEI mengawasi free float minimal 15% untuk emiten jumbo agar tingkatkan kedalaman pasar. Investor disarankan pantau perkembangan OJK dan BEI untuk jadwal pasti, sebab beberapa masih rumor.

