Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Pecah Saham: Strategi Baru untuk Tingkatkan Likuiditas?
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten batu bara Grup Sinarmas, telah mengumumkan rencana stock split baru dengan rasio 1:25 untuk menekan harga saham dari sekitar Rp94.000 menjadi Rp3.750 per lembar. Strategi ini mirip dengan stock split sebelumnya (1:10 pada 2024), yang bertujuan meningkatkan likuiditas dengan membuat saham lebih terjangkau bagi investor ritel.
Alasan Strategi
Harga saham DSSA sering kali termasuk yang termahal di BEI, membatasi partisipasi investor kecil dan menurunkan volume perdagangan. Stock split diharapkan menarik lebih banyak pembeli, menaikkan jumlah pemegang saham, serta mendukung pertumbuhan nilai perusahaan tanpa mengubah kapitalisasi pasar.
Dampak Potensial
Jumlah saham beredar akan melonjak dari sekitar 7,7 miliar menjadi lebih besar, meningkatkan likuiditas harian. Investor bisa membeli satu lot (100 lembar) dengan biaya lebih rendah, potensial mendorong volatilitas jangka pendek tapi stabilitas jangka panjang jika fundamental batu bara tetap kuat.
Riwayat Serupa
Pada 2024, stock split 1:10 berhasil menurunkan harga dari Rp280.000 ke level lebih rendah, meski harga rebound signifikan hingga Rp94.000 baru-baru ini. Pengumuman terbaru ini menunjukkan DSSA terus adaptasi terhadap dinamika pasar BEI.

