Doraemon Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun Menghibur Penonton, Ini Alasannya

 

Doraemon Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun Menghibur Penonton, Ini Alasannya

Doraemon resmi berhenti tayang di RCTI setelah 35 tahun menemani penonton Indonesia, dengan episode terakhir disiarkan sekitar 29 Desember 2025, meninggalkan kekosongan besar bagi penggemar lintas generasi.

Sejarah Penayangan Lengkap

Serial anime legendaris ini pertama kali muncul di RCTI pada 9 Desember 1990, dimulai sebagai tayangan akhir pekan pagi hari sebelum bergeser menjadi program harian reguler di slot prime time anak-anak. Lisensi diselenggarakan oleh ADK Indonesia bekerja sama dengan PT Hikmad & Chusen, menjadikannya salah satu anime impor terpanjang di televisi nasional Indonesia. Selama tiga dekade lebih, Doraemon tidak hanya menghibur anak-anak era 90-an, tapi juga orang dewasa yang kini bernostalgia, dengan ribuan episode yang menampilkan petualangan Nobita dan kucing robot biru dari masa depan tersebut.

Konfirmasi dan Reaksi Publik

Jadwal resmi RCTI+ serta MNC Vision tidak lagi menyertakan Doraemon mulai 30 Desember 2025 hingga awal Januari 2026, dikonfirmasi melalui pantauan platform streaming terkait RCTI. Netizen langsung membanjiri Instagram RCTI dan media sosial lainnya dengan komentar kecewa, mulai dari "35 tahun kenangan hilang!" hingga petisi informal agar kembali tayang, mencerminkan ikatan emosional yang kuat. Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak RCTI atau MNC Group mengenai kelanjutan program ini.

Alasan Penghentian yang Diduga

Meski belum ada pengumuman resmi, beberapa faktor logis menjadi spekulasi utama: pertama, kemungkinan habisnya masa hak siar lisensi dari pihak Jepang yang memerlukan perpanjangan mahal di tengah penurunan rating TV konvensional. 

Kedua, strategi konten RCTI yang bergeser ke program lokal dan sinetron dewasa untuk mengejar pemirsa millennial, ditambah migrasi anak-anak ke platform digital seperti YouTube, Netflix, dan Vidio yang menawarkan Doraemon secara legal. 

Ketiga, film layar lebar Doraemon terbaru seperti "Doraemon: Nobita's Earth Symphony" kini tayang di stasiun kompetitor seperti Trans TV, menandakan pergeseran hak distribusi. Tren industri penyiaran Indonesia secara keseluruhan juga mendukung hal ini, di mana anime klasik digantikan konten pendek viral.

Dampak dan Alternatif Tonton

Penghentian ini menutup era emas kartun impor di TV nasional, memengaruhi generasi Z yang tumbuh dengan Doraemon sebagai pengantar tidur. Penggemar tetap bisa menonton via platform streaming resmi seperti Netflix, Muse Indonesia di YouTube, atau Viz Media untuk episode klasik dan baru, meski tidak gratis seperti siaran TV. Bagi kolektor nostalgia, DVD box set atau merchandise resmi masih tersedia di e-commerce lokal.

Next Post Previous Post