Gratispol 2026 Kaltim: Anggaran Rp1,4 Triliun Sasar 85 Ribu Mahasiswa

Gratispol 2026 Kaltim: Anggaran Rp1,4 Triliun Sasar 85 Ribu Mahasiswa

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkomitmen melanjutkan program Gratispol pada 2026 dengan anggaran mencapai Rp1,4 triliun, meskipun menghadapi penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp7 triliun. Program ini menargetkan sekitar 85 ribu mahasiswa, naik drastis dari 32.853 mahasiswa pada 2025 yang hanya didukung Rp200 miliar.

Latar Belakang dan Komitmen Pemprov

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan Gratispol sebagai prioritas utama untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Meski APBD menyusut dari Rp21 triliun menjadi Rp14 triliun, Pemprov mengamankan dana Rp1,4–2 triliun demi keberlangsungan program pendidikan ini. 

Pada diskusi publik di Samarinda, ia menekankan bahwa bantuan UKT (Uang Kuliah Tunggal) akan mencakup mahasiswa semester 1 hingga 8, memperluas dari cakupan sebelumnya yang terbatas pada mahasiswa baru.

Sasaran dan Besaran Bantuan

Program Gratispol 2026 menyasar 85 ribu mahasiswa, dengan proyeksi peningkatan 3% setiap tahun, mencakup jenjang S1 (hingga 8 semester), S2 (4 semester), dan S3 (6 semester). Besaran bantuan rata-rata Rp5 juta per mahasiswa per semester, disesuaikan untuk prodi mahal seperti Kedokteran (Rp15 juta) atau Farmasi (Rp7,5 juta). Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Kaltim, Dasmiah, menjamin transparansi agar bantuan tepat sasaran, termasuk pengembalian UKT bagi penerima yang terlanjur bayar.

Persyaratan Penerima Manfaat

  • Warga ber-KTP dan KK Kaltim minimal 3 tahun.
  • Usia maksimal 25 tahun untuk mahasiswa baru.
  • Terdaftar di perguruan tinggi negeri/swasta, di dalam atau luar daerah.
  • Memenuhi kriteria data di perguruan tinggi untuk verifikasi otomatis.
Pemprov meminta perguruan tinggi percepat administrasi akhir tahun agar anggaran terserap optimal, menghindari pengembalian ke kas negara.

Dampak dan Harapan ke Depan

Kenaikan anggaran ini sejalan dengan visi Gubernur Rudy Mas’ud bahwa pendidikan adalah investasi SDM sebelum infrastruktur. Estimasi penerima bisa mencapai 124–140 ribu mahasiswa secara keseluruhan, membebaskan beban biaya kuliah agar fokus belajar. Program ini diharapkan berjalan akuntabel, mendukung mahasiswa Kaltim dari berbagai latar belakang.
Next Post Previous Post