Harga Bitcoin Melonjak Tajam, Jalan ke US$ 100.000 Kian Terbuka
Harga Bitcoin sedang melonjak tajam hingga mendekati US$100.000 pada pertengahan Januari 2026, didorong oleh sentimen bullish di pasar global. Lonjakan ini terlihat dari level US$95.000–US$97.000 pada 14 Januari, dengan potensi terus naik berkat akumulasi institusi dan data inflasi AS yang stabil.
Pada 14 Januari 2026, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$95.000–US$95.600, naik 3–5% dalam 24 jam, setara Rp1,61 miliar per koin. Kisaran tertinggi harian mencapai US$96.400, sementara support kuat di US$90.000–US$92.000.
Faktor Pendorong
Akumulasi oleh institusi dan whale mencapai 260.000 BTC dalam enam bulan terakhir, melebihi pasokan tambang baru. Selain itu, regulasi kripto AS yang lebih pro dan inflow ETF memperkuat momentum.
Prospek US$100.000
Analis memprediksi peluang 73% tembus US$100.000 bulan ini, dengan resistance di US$96.500–US$98.000. Di Indonesia, ini berarti Rp1,54–1,6 triliun per BTC, meski volatilitas tetap tinggi.

