Harga Emas Dunia Melonjak 64% sepanjang 2025, Bakal Terulang di 2026?

Harga Emas Dunia Melonjak 64% sepanjang 2025, Bakal Terulang di 2026?

Harga emas dunia melonjak sekitar 62% sepanjang 2025, dari kisaran US$2.624 per ons awal tahun menjadi US$4.318 per ons akhir Desember.

Faktor Pendorong Kenaikan 2025

Lonjakan harga emas didorong pembelian bank sentral global rata-rata 80 ton per bulan, pelemahan dolar AS, serta ketegangan geopolitik di Laut China Selatan, Laut Karibia, dan Ukraina. 

Permintaan ETF emas melonjak karena lindung nilai inflasi dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve hingga 100 bps pada 2026. Goldman Sachs catat kenaikan 51% hingga Oktober 2025, didukung diversifikasi aset swasta ke emas.

Prospek Harga 2026

Analis prediksi harga emas rata-rata US$4.825 per ons di 2026, dengan potensi puncak US$5.500 awal tahun atau US$4.900 akhir Desember per Goldman Sachs dan Ibrahim Assuaibi. 

JP Morgan ramal US$4.250 akhir 2026, sementara Wells Fargo US$3.600 jika ekonomi AS pulih. Koreksi sementara ke US$4.150 mungkin jika geopolitik mereda, tapi tren naik dominan karena permintaan bank sentral 70 ton per bulan.

Implikasi bagi Investor Indonesia

Di pasar domestik, emas Antam tembus Rp2,7 juta per gram akhir 2025, potensi tembus Rp3 juta di 2026 jika kurs rupiah melemah. Investor disarankan pertahankan alokasi emas 10-20% portofolio sebagai lindung nilai, pantau suku bunga Fed dan geopolitik. Diversifikasi ke emas digital seperti di Indodax bisa cuan jika prediksi tembus US$5.000 terwujud.

 

Next Post Previous Post