Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Kekhawatiran Terganggunya Pasokan
Harga minyak dunia baru-baru ini mengalami kenaikan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global, terutama terkait situasi geopolitik di Iran. Pada 12 Januari 2026, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,6% menjadi US$59,5 per barel, sementara Brent Crude mencapai US$63,87 per barel setelah kenaikan 0,8%.
Pemicu utama adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif 25% pada negara berbisnis dengan Iran, sebagai respons terhadap pembantaian demonstran di sana, ditambah risiko dari protes Iran dan konflik Rusia-Ukraina.
Harga Terkini
Harga Brent Crude Oil saat ini berada di 64,32 USD per barel, naik 0,45 USD atau 0,7% dari penutupan sebelumnya, dengan rentang harian 63,85-64,46 USD. Ini mencerminkan tren penguatan jangka pendek, meski dibatasi oleh peningkatan cadangan minyak AS di masa lalu.
Penyebab Geopolitik
Kekhawatiran utama berasal dari Iran, di mana protes anti-pemerintah memicu potensi pengurangan ekspor minyak.
Pernyataan Trump soal tarif terhadap mitra dagang Iran memperburuk sentimen pasar
Faktor lain termasuk sanksi AS potensial pada Rusia, serangan Ukraina ke fasilitas energi, serta penurunan ekspor Azerbaijan.
Dampak Pasar
Kenaikan ini terbatas oleh ekspektasi pasokan tambahan dari Venezuela, meski sanksi AS masih menjadi hambatan. Pelaku pasar memantau stabilitas OPEC dan konflik Timur Tengah yang bisa mendorong harga lebih tinggi lagi.

