Imbas Banjir Jakbar: 46 Ruas Jalan Bolong, Warga Was-was
Banjir besar yang melanda Jakarta Barat akhir-akhir ini meninggalkan dampak serius pada infrastruktur jalanan. Sebanyak 46 titik ruas jalan rusak parah berupa lubang-lubang menganga, memicu kekhawatiran warga akan keselamatan berkendara.
Penyebab Kerusakan Jalan
Hujan deras berulang sepanjang Januari 2026 menggerus lapisan aspal di berbagai ruas utama Jakarta Barat. Air banjir merendam jalan hingga menyebabkan retakan dan lubang bolong yang mengancam pengguna jalan, terutama saat lalu lintas padat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan curah hujan tinggi menjadi tantangan utama, sehingga perbaikan permanen ditunda hingga cuaca stabil.
Lokasi Paling Parah
Kerusakan tersebar di ruas-ruas strategis seperti Jalan Daan Mogot (termasuk kawasan Jembatan Gantung, Cengkareng), Jalan Raya Panjang, Jalan S. Parman, dan Jalan Raya Joglo. Sudis Bina Marga Jakbar telah menginventarisir 46 titik ini secara detail, dengan perbaikan darurat dimulai secara bertahap di beberapa area. Warga setempat mengeluhkan jalan bolong yang mengganggu aktivitas harian dan berpotensi picu kecelakaan.
Upaya Perbaikan Pemerintah
Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan tambal sulam darurat pada 46 titik rusak di Jakbar, karena potensi hujan masih tinggi. Kepala Pusat Data Bina Marga, Siti Dinar Wenny, menyatakan perbaikan permanen baru dilakukan setelah cuaca membaik agar hasilnya tahan lama. Wali Kota Jakbar Iin Mutmainnah menjanjikan penanganan terpadu pasca-banjir, sementara Pemprov siapkan ekskavator untuk pengerukan sungai preventif.
Kekhawatiran Warga
Warga Jakbar was-was menghadapi jalan bolong yang muncul tiba-tiba, terutama pengendara motor di jam sibuk. Banyak yang menuntut percepatan perbaikan permanen, mengingat banjir berulang sejak awal 2026 telah lumpuhkan mobilitas kota. Identifikasi kerusakan lewat aplikasi CRM dan pantauan lapangan terus dilakukan untuk prioritas tutup lubang demi keamanan.

