Intel Kesulitan Penuhi Lonjakan Permintaan Chip AI Data Center, Saham Terjun 13%
Intel menghadapi kesulitan memenuhi lonjakan permintaan chip AI untuk data center, menyebabkan sahamnya anjlok 13%.
Saham Intel turun tajam setelah proyeksi pendapatan dan laba kuartal I 2026 di bawah ekspektasi analis, akibat keterbatasan pasokan. Harga saat ini sekitar $54,32 USD di NASDAQ, naik sedikit hari ini meski jauh dari puncak baru-baru ini.
CFO David Zinsner menyatakan Q1 2026 sebagai periode tersulit, dengan stok chip server Xeon dan prosesor klien Raptor Lake mencapai titik terendah sebelum membaik. Permintaan CPU server melonjak karena adopsi AI, sementara kelangkaan memori global memperparah situasi hingga awal 2026.
Intel memprioritaskan produksi data center di tengah persaingan dengan Nvidia dan AMD, sambil menaikkan harga chip klien untuk menyeimbangkan alokasi. Krisis ini bagian dari tekanan industri semikonduktor akibat kebutuhan AI yang masif.

