Intip, 10 Saham yang Tertekan di Tengah Penguatan IHSG

Intip, 10 Saham yang Tertekan di Tengah Penguatan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat meskipun 10 saham mengalami tekanan penurunan signifikan, seperti dilaporkan Kabar Bursa pada periode akhir September hingga awal Oktober 2025. Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana saham tertentu underperform akibat sentimen sektor, aksi jual investor, atau faktor fundamental spesifik. Saat IHSG naik 0,60% ke level 8.099,333, saham-saham berikut jadi pemberat utama.

Daftar Lengkap 10 Saham Top Losers

Berikut daftar 10 saham paling tertekan berdasarkan data BEI untuk pekan tersebut, dengan persentase penurunan dan harga penutupan:

No

Kode Saham

Nama Perusahaan

Penurunan (%)

Harga Awal (Rp)

Harga Akhir (Rp)

1

CSMI

PT Cipta Selera Murni Tbk

-29,92

605

424

2

TOSK

PT Topindo Solusi Komunika Tbk

-23,76

101

77

3

GTRA

PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk

-23,64

330

252

4

ATAP

(Sektor properti/konstruksi)

Signifikan

-

-

5

VISI

PT Visi Media Asia Tbk

Teratas

-

-

6

JIHD

(Lainnya di top losers)

Signifikan

-

-

7-10

Lainnya

Termasuk saham sektor konsumsi & tech

-10% hingga -20%

Variabel

Variabel


Catatan: Data lengkap pekan itu menunjukkan CSMI paling parah karena pelemahan permintaan di sektor makanan. Saham seperti VISI dan JIHD juga sering disebut di update top losers Kabar Bursa dan IPOT News.

Faktor Penyebab Penurunan

Penurunan ini terjadi di tengah penguatan IHSG yang didorong saham blue chip dan sektor keuangan. Beberapa alasan utama:

  • Aksi Ambil Untung: Investor ritel jual setelah rally sebelumnya, khususnya di saham small cap seperti TOSK dan GTRA.
  • Sentimen Sektor: Sektor konsumsi (CSMI) tertekan inflasi dan daya beli lemah; tech/telekom (TOSK) dipengaruhi kompetisi.
  • Volume Rendah: Pekan tersebut volume transaksi tipis, memperbesar fluktuasi saham illikuid.
  • Pola serupa terlihat akhir pekan saat IHSG lesu, dengan saham properti dan media jadi korban.

Konteks Pasar Januari 2026

Hingga 16 Januari 2026, IHSG volatile setelah rekor 8.859, dengan asing malah akumulasi saham lain saat goyah. IDX Channel catat tren top losers bergeser ke saham siklikal. Untuk investor seperti Anda yang pantau IHSG harian, hindari saham ini jangka pendek tapi intip rebound potensial via laporan keuangan Q4 2025. Update via CNBC Indonesia atau Kabar Bursa untuk data terkini.

Next Post Previous Post