Isu Eva Nurasyifa dan Sultan Malaysia Viral di TikTok, Link Cek Disini
Isu viral mengenai Eva Nurasyifa dan "Sultan Malaysia" di TikTok telah menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di kalangan netizen Indonesia dan Malaysia akhir-akhir ini. Fenomena ini bermula dari sebuah live streaming yang dilakukan oleh Eva Nurasyifa, seorang selebgram asal Malaysia, yang tiba-tiba menjadi sorotan karena percakapan teleponnya dengan seseorang yang disebut "Sultan".
Kronologi Kejadian
Eva Nurasyifa sedang melakukan live TikTok biasa ketika ia menerima panggilan telepon dari tunangannya bernama Sultan Rafli Aveiro. Dalam obrolan tersebut, Eva menyebut nama "Sultan" secara santai, yang langsung memicu kehebohan di kolom komentar.
Banyak warganet yang salah mengartikan "Sultan" sebagai gelar bangsawan atau sultan sungguhan dari Malaysia, sehingga spekulasi liar pun bermunculan.
Beberapa klaim menyebut ada video call panjang selama 7 menit dengan konten dewasa, atau bahkan link khusus untuk mengaksesnya. Video klip live tersebut cepat menyebar, dan hashtag seperti #EvaNurasyifaSultanMalaysia serta #LinkSultanMalaysia menjadi trending di TikTok sejak akhir Januari 2026.
Identitas Sebenarnya "Sultan Malaysia"
Fakta yang terungkap setelah penelusuran media menunjukkan bahwa Sultan Rafli Aveiro bukanlah seorang sultan atau bangsawan kaya raya dari keluarga kerajaan Malaysia. Ia adalah seorang polisi biasa yang sedang bertunangan dengan Eva Nurasyifa.
Nama "Sultan" hanyalah nama depannya, bukan gelar kehormatan. Percakapan di live streaming itu pun ternyata sangat biasa, hanya obrolan sehari-hari antara sepasang kekasih, tanpa unsur tidak pantas atau eksplisit seperti yang dirumorkan. Tidak ada bukti video 7 menit atau konten dewasa yang melibatkan keduanya, dan semua klaim tersebut dinyatakan sebagai hoaks murni.
Dampak Viralitas di TikTok
Kehebohan ini memanfaatkan algoritma TikTok yang cepat menyebarkan konten sensasional, sehingga ribuan video reaksi, editan, dan spekulasi bermunculan dalam hitungan hari. Banyak kreator konten memanfaatkan momen ini untuk menarik viewers, sementara akun-akun abal-abal menyebar link palsu yang mengarah ke situs phishing atau pencurian data pribadi.
Kasus serupa pernah terjadi di masa lalu dengan isu selebgram lain, di mana hoaks digunakan untuk clickbait. Hingga 31 Januari 2026, pencarian terkait isu ini masih mendominasi FYP (For You Page) pengguna di Indonesia.

