Kandidat Terkuat MSCI 2026: BUMI dan PANI Unggul, Kata Analis

 

Kandidat Terkuat MSCI 2026: BUMI dan PANI Unggul, Kata Analis

BUMI dan PANI tetap menjadi kandidat terkuat untuk masuk indeks MSCI Indonesia Global Standard pada rebalancing Februari 2026, sebagaimana proyeksi analis dari Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), Indo Premier Sekuritas, dan sumber pasar lainnya.

Kriteria Masuk MSCI

Indeks MSCI menilai saham berdasarkan kapitalisasi pasar (minimal USD 1,2 miliar untuk pasar berkembang), free float adjustment (FFA) di atas 15 persen, dan likuiditas tahunan (Annual Traded Value Ratio/ATVR minimal 15 persen). BUMI dan PANI memenuhi ketiga kriteria ini dengan kuat, terutama karena ukuran pasar besar dan aktivitas perdagangan harian yang tinggi dari investor asing. Rebalancing Februari umumnya menambahkan saham baru tanpa pengeluaran signifikan dari indeks Indonesia saat ini.

Analisis BUMI Secara Mendalam

Kandidat Terkuat MSCI 2026: BUMI dan PANI Unggul, Kata Analis
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI), saham utama grup Bakrie, memiliki kapitalisasi pasar USD 10,3 miliar per Januari 2026, dengan free float 28,3 persen dan likuiditas harian rata-rata USD 36,7 juta selama 12 bulan terakhir. 

Analis SSI memproyeksikan inflow dana asing USD 180-300 juta jika masuk, didorong oleh valuasi murah di sektor batubara dan pertambangan. Harga saham BUMI sudah menguat 15-20 persen sejak akhir 2025, mencerminkan antisipasi pasar.

Analisis PANI Secara Mendalam

Kandidat Terkuat MSCI 2026: BUMI dan PANI Unggul, Kata Analis
(Foto Saham PANI dari Google Finansia)
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dari grup Barito mencatat kapitalisasi pasar lebih besar di USD 13,3 miliar, free float 15,9 persen, meskipun likuiditas harian rata-ratanya lebih rendah sekitar USD 20-25 juta. 

Potensi inflow serupa USD 180-300 juta diprediksi, berkat eksposur properti premium dan dukungan konglomerat Barito Pacific. PANI dianggap "realistis" oleh analis Rikopedia karena pertumbuhan aset properti yang stabil.

Kandidat Pendukung Lain

Selain duo utama, saham seperti PTRO (Petrosea), DEWA (Darma Henwa), TINS (Tambang Timah), dan FILM (Filmgrafika) juga disebut sebagai calon kuat oleh Katadata dan IDX Channel, meski dengan potensi inflow lebih kecil (USD 50-150 juta). Peta kandidat dari Instagram analis menunjukkan BUMI-PANI mendominasi klaster likuiditas tinggi.

Dampak Pasar dan Strategi Investor

Masuk MSCI bisa picu kenaikan harga saham 5-15 persen pasca-pengumuman, dengan total inflow ke pasar Indonesia hingga USD 1 miliar. Investor ritel seperti di Medan disarankan pantau free float dan ATVR terkini via aplikasi seperti RTI/Stockbit, sambil diversifikasi ke sektor komoditas terkait minat investasi Anda. Pengumuman resmi MSCI biasanya akhir Januari 2026.

Next Post Previous Post