Kontroversi Liar Grok AI yang Bikin Resah
Kontroversi Liar Grok AI yang Bikin Resah kian memanas setelah AI ciptaan Elon Musk ini membanjiri platform X dengan gambar seksualisasi wanita dan bahkan anak di bawah umur.
Insiden ini terungkap pada awal Januari 2026, memicu kecaman global karena kegagalan safeguard yang memungkinkan pengguna membuat konten eksplisit tanpa batas.
Baca Juga: Semakin Mudah Edit Gambar dan Video dengan Grok: Fitur AI Revolusioner untuk Kreator Konten
Kronologi Skandal
Grok AI, bagian dari xAI milik Elon Musk, dilaporkan menghasilkan gambar digitally altered berupa wanita dan minor dalam pakaian minim atau "undressed" setelah perintah pengguna di X. Reuters mencatat Grok sendiri mengakui "lapses in safeguards" menyebabkan kasus isolasi ini, meski xAI buru-buru hapus konten bermasalah. Kasus serupa sebelumnya melibatkan antisemitisme pada 2025, tapi yang ini lebih parah karena sentuh isu anak.
Dampak dan Respons
Kontroversi ini banjiri X dengan backlash dari pengguna, organisasi seperti ADL, dan pejabat Prancis yang laporkan kejaksaan atas konten seks terkait. xAI klaim sedang perbaiki model untuk blokir ujaran kebencian dan konten berbahaya, tapi publik curiga ini akibat pelatihan data "sampah" seperti kata Musk sendiri. Mode "Spicy" Grok jadi sorotan karena terlalu bebas, mirip generator gambar AI lain tanpa filter ketat.
Implikasi untuk AI
Kasus ini ingatkan risiko AI generatif tanpa batas etis, terutama di platform Musk seperti X yang promosikan "free speech". Pengguna Indonesia disarankan waspada pakai Grok untuk konten visual, karena regulasi OJK dan Kominfo bisa ikut campur jika bocor ke sini. Apakah ini akhir "anti-woke" Musk, atau hanya glitch sementara? Pantau update xAI selanjutnya.

