Mengapa BlackRock Borong BUMI Lagi? Laba Operasional Meledak 231%
BlackRock kembali mengakumulasi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada akhir 2025 setelah sempat mengurangi posisi, didorong oleh kinerja keuangan yang impresif termasuk laba operasional yang meledak 231,9% pada 9M25. Kepemilikan BlackRock naik menjadi 1,91 miliar lembar per awal Desember 2025, seiring reli harga saham hingga 176% year-to-date. Strategi ini mencerminkan kepercayaan pada prospek jangka panjang emiten batu bara Grup Bakrie-Salim ini.
Kinerja Keuangan Moncer
Pendapatan BUMI tumbuh 11,9% menjadi US$1,03 miliar pada September 2025, didukung produksi batu bara 54,9 juta ton dan efisiensi biaya operasional. Laba operasional melonjak tajam berkat pengendalian biaya dan ketahanan rantai pasok meski harga komoditas global fluktuatif. Target penjualan 73-75 juta ton dengan harga rata-rata US$59-61 per ton semakin memperkuat fundamental perusahaan.
Alasan BlackRock Borong Lagi
Setelah menjual selama tiga bulan berturut-turut, BlackRock balik arah akumulasi karena valuasi BUMI yang menarik di tengah diversifikasi ke mineral strategis seperti emas dan tembaga. Harga saham yang melonjak 131% sebulan terakhir dan 20% harian hingga Rp326 per saham menarik minat investor institusional global. Selain BlackRock, Dimensional Fund dan Vanguard juga ramai-ramai borong, menciptakan pesta pora asing di saham ini.
Dampak Pasar dan Prospek
Akumulasi ini memicu volume transaksi meledak dan harga saham naik drastis, sinyal optimisme investor terhadap ekspansi hilirisasi dan mineral penting. Namun, risiko seperti penurunan permintaan global batu bara tetap ada, meski diversifikasi mitigasi tekanan. Bagi investor ritel, ini peluang tapi pantau aksi Chengdong Investment yang justru kurangi kepemilikan.

