Mengapa SUPA Melonjak 20%? Pengendali Lakukan Aksi Borong Strategis

Mengapa SUPA Melonjak 20%? Pengendali Lakukan Aksi Borong Strategis

Saham SUPA melonjak 20% karena aksi borong strategis dari pemegang pengendali usai IPO suksesnya pada Desember 2025. Langkah ini menunjukkan kepercayaan kuat manajemen terhadap prospek pertumbuhan bank digital tersebut. Investor merespons positif sentimen tersebut di tengah euforia pasar.

Latar Belakang Kenaikan

Mengapa SUPA Melonjak 20%? Pengendali Lakukan Aksi Borong Strategis
(Foto Saham SUPA dari Google Finansial)
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) debut di BEI pada 17 Desember 2025 dengan kenaikan awal hingga 24% dari harga IPO Rp635 menjadi Rp790. Aksi akumulasi saham oleh pengendali memperkuat momentum ini, didukung dana IPO Rp2,79 triliun untuk ekspansi kredit dan teknologi. Dukungan ekosistem Grab, Emtek, dan OVO menjadi katalis utama kepercayaan pasar.

Strategi Pengendali

Pemegang saham pengendali melakukan pembelian masif untuk stabilisasi harga pasca-IPO, sinyal komitmen jangka panjang. Fokus pada segmen underbanked dan UMKM dengan 70% dana IPO untuk kredit ritel mendorong optimisme. Kolaborasi dengan Singtel dan KakaoBank tingkatkan daya saing regional.

Dampak Pasar

Lonjakan 20% SUPA ikut picu penguatan sektor keuangan IHSG, dengan volume transaksi harian capai Rp1,6 miliar saat debut. Hingga Januari 2026, fundamental solid seperti modal inti Rp6 triliun dan 5 juta nasabah perkuat posisi SUPA di KBMI 2. Oversubscription IPO hingga 318 kali tunjukkan minat investor tinggi.

Next Post Previous Post