Mengungkap Ancaman Megathrust di Indonesia: Siapkah Kita?
Apa Itu Gempa Megathrust?
Gempa megathrust terjadi akibat penumpukan energi di zona sesar thrust sepanjang ratusan kilometer, melepaskan gelombang seismik hingga magnitudo 9,0 atau lebih. Di Indonesia, terdapat 13-14 segmen utama seperti Aceh-Andaman (M9,2), Mentawai-Siberut (M8,9), dan Selat Sunda (M8,7) yang sudah lama tidak aktif, dikenal sebagai seismic gap. Segmen ini terakhir bergemuruh pada 1700-1800-an, menyimpan energi setara ribuan bom atom.
Zona Berisiko Tertinggi
|
Zona Megathrust |
Potensi Magnitudo |
Dampak Utama |
|
Aceh-Andaman |
9,2 |
Tsunami Samudra Hindia luas |
|
Mentawai-Siberut |
8,9 |
Tsunami Sumatera Barat hingga Jakarta |
|
Selat Sunda |
8,7 |
Tsunami Banten-Lampung 4-8 meter |
|
Jawa Selatan |
8,7-9,1 |
Gelombang hingga Jakarta 1-2 meter |
|
Papua |
8,7 |
Tsunami timur Indonesia |
BMKG memperingatkan segmen Mentawai dan Selat Sunda paling mengkhawatirkan karena "tinggal menunggu waktu".
Strategi Mitigasi
Bangun infrastruktur tahan gempa dan sistem peringatan dini tsunami BMKG yang terintegrasi.
Lakukan simulasi evakuasi rutin di pesisir rawan seperti Pangandaran dan Padang.
Dorong asuransi bencana dan pemetaan risiko seismic gap untuk relokasi penduduk.
Kesiapsiagaan nasional krusial; tanpa itu, korban jiwa bisa jutaan seperti tsunami Aceh 2004.

