Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Tembus Rp 17.000 Pekan Besok
Prediksi pelemahan rupiah hingga Rp17.000 per dolar AS pekan depan mencuat dari analis seperti Ibrahim Assuaibi dari PT Traze Andalan Futures. Saat ini rupiah berada di kisaran Rp16.860, tertekan oleh perang dagang global, tensi politik AS termasuk kasus Jerome Powell, serta ketidaksinkronan kebijakan BI dan Kemenkeu. Analis HSBC juga memproyeksikan level serupa hingga akhir 2026 akibat lemahnya arus modal asing.
Faktor Penekan Utama
Perang dagang global dan eskalasi geopolitik memicu penguatan dolar AS. Secara domestik, intervensi BI dinilai kurang agresif meski cadangan devisa naik, ditambah target IHSG 10.000 yang berpotensi perlemah rupiah lebih lanjut.
HSBC perkirakan rupiah di Rp17.000 akhir 2026 karena neraca pembayaran lemah. Menkeu Purbaya optimis penguatan dalam 2 pekan seiring inflow modal asing jika ekonomi membaik.
Pelemahan ini bisa dorong inflasi impor dan tekan APBN, meski ekspor solid. Investor disarankan pantau BI rate dan sentimen Trump terkait Iran.

