Outlook Saham BJB di 2026: Pertumbuhan Kredit Solid di Tengah Stabilitas Suku Bunga

 

Saham Bank BJB (BJBR) menunjukkan momentum positif di awal 2026 dengan penguatan hingga 5% year-to-date, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental kuat perseroan. Pertumbuhan kredit yang solid didukung stabilitas suku bunga nasional, sementara kualitas aset tetap terjaga melalui pendekatan kehati-hatian. Valuasi saham BJBR masih kompetitif relatif terhadap nilai buku, menawarkan potensi upside bagi investor jangka menengah. ​  Kinerja Saham Awal 2026 Harga saham BJBR mencapai Rp840 per 15 Januari 2026, naik sekitar 5% sejak awal tahun, didorong optimisme sektor perbankan. Sentimen positif ini berasal dari ekspektasi stabilitas suku bunga BI Rate, yang memungkinkan pertumbuhan kredit selektif berkualitas tinggi. Bank BJB juga masuk indeks strategis seperti IDX BUMN20, SRI-KEHATI, dan Infobank15, meningkatkan likuiditas dan visibilitas. ​  Pertumbuhan Kredit dan Aset Penyaluran kredit konsolidasi BJB tumbuh 3,5% menjadi Rp142,9 triliun per akhir 2025, dengan LDR sehat di 85,3%. Dana Pihak Ketiga (DPK) capai Rp160,2 triliun, mendukung ekspansi bisnis adaptif di tengah stabilitas suku bunga. Meski NPL naik ke 2,6% per Juni 2025, risiko terkendali berkat porsi kredit gaji dengan potongan langsung. ​  Kebijakan Dividen Kompetitif Bank BJB komitmen bagi dividen dengan payout ratio 65,5%, menjadikannya emiten loyal di sektor perbankan. Kebijakan ini seimbang antara reinvestasi digitalisasi, ekspansi, dan imbal hasil pemegang saham. Dukungan peringkat kredit AA-/Stable dari Fitch dan idAA/Stable dari Pefindo perkuat kepercayaan investor. ​  Prospek Jangka Panjang Di 2026, BJB fokus sinergi, inovasi teknologi, dan kolaborasi untuk tangkap peluang ekonomi daerah-nasional. Transformasi dari bank daerah ke institusi nasional beri fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan aset tembus Rp215,9 triliun dan sustainable bond Rp1 triliun, BJB siap hadapi volatilitas global. ​

Saham Bank BJB (BJBR) menunjukkan momentum positif di awal 2026 dengan penguatan hingga 5% year-to-date, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental kuat perseroan. Pertumbuhan kredit yang solid didukung stabilitas suku bunga nasional, sementara kualitas aset tetap terjaga melalui pendekatan kehati-hatian. Valuasi saham BJBR masih kompetitif relatif terhadap nilai buku, menawarkan potensi upside bagi investor jangka menengah.

Kinerja Saham Awal 2026

Outlook Saham BJB di 2026: Pertumbuhan Kredit Solid di Tengah Stabilitas Suku Bunga
(Foto Saham BJBR dari Google Finansial)
Harga saham BJBR mencapai Rp840 per 15 Januari 2026, naik sekitar 5% sejak awal tahun, didorong optimisme sektor perbankan. Sentimen positif ini berasal dari ekspektasi stabilitas suku bunga BI Rate, yang memungkinkan pertumbuhan kredit selektif berkualitas tinggi. Bank BJB juga masuk indeks strategis seperti IDX BUMN20, SRI-KEHATI, dan Infobank15, meningkatkan likuiditas dan visibilitas.

Pertumbuhan Kredit dan Aset

Penyaluran kredit konsolidasi BJB tumbuh 3,5% menjadi Rp142,9 triliun per akhir 2025, dengan LDR sehat di 85,3%. Dana Pihak Ketiga (DPK) capai Rp160,2 triliun, mendukung ekspansi bisnis adaptif di tengah stabilitas suku bunga. Meski NPL naik ke 2,6% per Juni 2025, risiko terkendali berkat porsi kredit gaji dengan potongan langsung.

Kebijakan Dividen Kompetitif

Bank BJB komitmen bagi dividen dengan payout ratio 65,5%, menjadikannya emiten loyal di sektor perbankan. Kebijakan ini seimbang antara reinvestasi digitalisasi, ekspansi, dan imbal hasil pemegang saham. Dukungan peringkat kredit AA-/Stable dari Fitch dan idAA/Stable dari Pefindo perkuat kepercayaan investor.

Prospek Jangka Panjang

Di 2026, BJB fokus sinergi, inovasi teknologi, dan kolaborasi untuk tangkap peluang ekonomi daerah-nasional. Transformasi dari bank daerah ke institusi nasional beri fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan aset tembus Rp215,9 triliun dan sustainable bond Rp1 triliun, BJB siap hadapi volatilitas global.

Next Post Previous Post