Outlook Saham BJB di 2026: Pertumbuhan Kredit Solid di Tengah Stabilitas Suku Bunga
Saham Bank BJB (BJBR) menunjukkan momentum positif di awal 2026 dengan penguatan hingga 5% year-to-date, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental kuat perseroan. Pertumbuhan kredit yang solid didukung stabilitas suku bunga nasional, sementara kualitas aset tetap terjaga melalui pendekatan kehati-hatian. Valuasi saham BJBR masih kompetitif relatif terhadap nilai buku, menawarkan potensi upside bagi investor jangka menengah.
Kinerja Saham Awal 2026
| (Foto Saham BJBR dari Google Finansial) |
Pertumbuhan Kredit dan Aset
Penyaluran kredit konsolidasi BJB tumbuh 3,5% menjadi Rp142,9 triliun per akhir 2025, dengan LDR sehat di 85,3%. Dana Pihak Ketiga (DPK) capai Rp160,2 triliun, mendukung ekspansi bisnis adaptif di tengah stabilitas suku bunga. Meski NPL naik ke 2,6% per Juni 2025, risiko terkendali berkat porsi kredit gaji dengan potongan langsung.
Kebijakan Dividen Kompetitif
Bank BJB komitmen bagi dividen dengan payout ratio 65,5%, menjadikannya emiten loyal di sektor perbankan. Kebijakan ini seimbang antara reinvestasi digitalisasi, ekspansi, dan imbal hasil pemegang saham. Dukungan peringkat kredit AA-/Stable dari Fitch dan idAA/Stable dari Pefindo perkuat kepercayaan investor.
Prospek Jangka Panjang
Di 2026, BJB fokus sinergi, inovasi teknologi, dan kolaborasi untuk tangkap peluang ekonomi daerah-nasional. Transformasi dari bank daerah ke institusi nasional beri fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan aset tembus Rp215,9 triliun dan sustainable bond Rp1 triliun, BJB siap hadapi volatilitas global.

