Pelayaran Jaya Hidup (PJHB) Optimis Laba Naik 50% di 2026
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menargetkan pertumbuhan laba bersih hingga 50% pada 2026 melalui ekspansi armada kapal hasil dana IPO. Emiten pelayaran ini memulai pembangunan tiga kapal LCT baru pasca-IPO November 2025, memanfaatkan Rp158,4 miliar untuk dorong kapasitas dan pendapatan.
Ekspansi Armada Baru
PJHB melakukan keel laying kapal LCT Cipta Jaya Harapan 99 di Samarinda, sebagai langkah awal dari tiga kapal dengan desain double bottom dan klasifikasi BKI A100. Ketiga kapal ini didanai penuh dari IPO, meningkatkan armada untuk layani sektor industri seperti BP Tangguh dan hilirisasi komoditas. Direktur Utama Go Sioe Bie menegaskan ekspansi ini jadi motor pertumbuhan jangka panjang bagi pemegang saham.
Kinerja Finansial Terkini
Pada 2024, PJHB catat pendapatan Rp54,66 miliar dan laba bersih Rp17,22 miliar, sementara hingga April 2025 pendapatan Rp18,05 miliar dengan laba Rp5,8 miliar. Saham PJHB naik impresif dari Rp330 ke Rp615 sejak IPO 6 November 2025, mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi agresif. Proyeksi 2026 didukung kontrak strategis dan permintaan logistik tinggi di sektor alat berat serta komoditas.
Faktor Pendukung Optimisme
Permintaan kapal LCT melonjak seiring booming proyek hilirisasi dan kebutuhan industri, posisikan PJHB sebagai operator premium. Eksekusi cepat pasca-IPO ciptakan visibilitas pendapatan 2025-2027, dengan jejaring kuat di Kalimantan via pemegang saham utama. Sektor pelayaran jadi primadona pasar modal Indonesia berkat dukungan logistik nasional.
Prospek dan Strategi
Manajemen yakin penambahan armada berkontribusi langsung ke revenue, targetkan laba naik lebih dari 50% year-on-year di 2026. Investor disarankan pantau kemajuan pembangunan kapal dan kontrak baru untuk sustain momentum. Strategi ini perkuat posisi PJHB di tengah geliat industri pelayaran domestik.

