Pemerintah Belum Berencana Setop Ekspor Kelapa Meski Harganya Mahal
Pemerintah Indonesia belum berencana menghentikan ekspor kelapa meskipun harganya sedang tinggi di pasar domestik. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan harga kelapa saat ini bagus dan menguntungkan petani, sehingga ekspor dibiarkan berlanjut tanpa moratorium.
Alasan Utama
Harga kelapa yang tinggi dianggap tren positif yang sudah terjadi sejak Lebaran lalu, memberi manfaat ekonomi bagi petani rakyat yang mayoritas menanam kelapa. Sudaryono menekankan bahwa menghentikan ekspor tidak direncanakan "sementara belum ada," karena petani layak menikmati hasil panen dengan harga optimal.
Latar Belakang Kebijakan
Kementerian Perindustrian sempat usulkan moratorium ekspor kelapa bulat selama 3-6 bulan untuk stabilkan pasokan dalam negeri, tapi tidak diterapkan. Sebaliknya, Kementerian Perdagangan rencanakan pungutan ekspor (PE) sebagai pengatur alih-alih larangan total. Pernyataan serupa datang dari Menko Pangan Zulkifli Hasan pada 2025, yang mendorong petani tanam lebih banyak daripada stop ekspor.

