Penurunan Saham DEWA pasca-Melorotnya BUMI: Dampak Fundamental dan Strategi Buy?
Saham DEWA mengalami penurunan signifikan pasca-melorotnya saham BUMI pada awal Januari 2026, terutama pada 13 Januari dengan koreksi hingga 10,13% ke Rp710 per saham, di tengah tekanan pasar jelang rebalancing MSCI. Penurunan ini bersifat sementara dan lebih didorong faktor teknikal seperti aksi jual besar-besaran serta notasi khusus BEI, bukan perubahan fundamental. Strategi buy bisa dipertimbangkan untuk jangka panjang mengingat prospek positif DEWA.
Penurunan Harga Saham
| (Foto Saham BUMI dari Google Finansial) |
Dampak Fundamental
Fundamental DEWA tetap solid dengan proyeksi laba bersih 2025E Rp336 miliar (naik signifikan YoY) dan 2026E hingga Rp789 miliar, didukung ekspansi alat berat serta struktur modal sehat (DER 0,48). Koreksi terkini tidak mengubah prospek operasional seperti subkontrak UNTR dan proyek mineral baru, meski ada keterlambatan laporan yang menimbulkan kekhawatiran sementara. Valuasi P/E forward 14,41 masih atraktif jika target tercapai.
Strategi Investasi
Analis merekomendasikan buy pada koreksi DEWA untuk trading jangka pendek (target Rp484-490 dari Rp450-460) atau hold jangka panjang dengan target lebih tinggi. Manfaatkan support Rp680-710 untuk akumulasi, hindari panic sell karena tren bullish long-term tetap utuh. Pantau rebalancing MSCI Februari 2026 sebagai katalis potensial masuk indeks.

