Penyebab Angin Kencang 2026: Monsun Asia dan Bibit Siklon Tropis Mengguncang Indonesia
Angin kencang di Indonesia awal 2026 disebabkan oleh kombinasi Monsun Asia yang aktif dan bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan. Kedua faktor ini memicu konvergensi angin kuat dan hujan lebat di wilayah seperti Jawa hingga Nusa Tenggara.
Monsun Asia membawa massa udara lembap dari Laut Cina Selatan melalui Selat Karimata ke Jawa, diperkuat seruakan dingin dari Siberia. Hal ini meningkatkan kecepatan angin baratan dan pertumbuhan awan hujan masif di selatan Indonesia.
Peran Bibit Siklon Tropis
Bibit Siklon Tropis 97S (dan sebelumnya 96S/91W) memiliki tekanan rendah 1001 hPa dengan angin hingga 15-25 knot, bergerak barat di selatan Indonesia. Sistem ini menyebabkan konfluensi angin di perairan selatan Jawa Timur hingga Timor, memicu angin kencang >25 knot.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan lebat, banjir, dan longsor mengancam hingga akhir Januari 2026, terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatra barat. BMKG memperingatkan potensi ini sejak 16-29 Januari.
|
Faktor |
Dampak Utama |
Wilayah Utama |
|
Monsun Asia |
Angin barat cepat, hujan intensif |
Jawa, Selat Karimata |
|
Bibit Siklon 97S |
Konvergensi angin >25 knot |
Selatan Jawa-NTT |
|
Kombinasi |
Cuaca ekstrem masif |
Bali, NTB, NTT |

