Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
Bank Mandiri (BMRI) mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai total Rp9,3 triliun atau Rp100 per saham, mencerminkan performa keuangan yang sangat solid di tengah dinamika pasar Indonesia. Pengumuman ini dirilis pada 13 Januari 2026, dengan pencatatan hak dividen berdasarkan Daftar Pemegang Saham (DPS) per 7 Januari 2026, dan pembayaran efektif untuk pemegang saham tercatat pada 14 Januari 2026.
Latar Belakang Keputusan
Keputusan pembagian dividen interim ini disetujui oleh Dewan Komisaris Bank Mandiri pada 18 Desember 2025, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan investor dan kinerja operasional yang kuat hingga akhir November 2025.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk memberikan nilai konsisten kepada pemegang saham, sambil menjaga likuiditas dan modal kerja untuk ekspansi bisnis ke depan. Direktur Utama Royke Tumewu menegaskan bahwa dividen ini bukan hanya imbal hasil finansial, tetapi juga kontribusi strategis kepada negara melalui Danantara sebagai pemilik mayoritas.
Kinerja Keuangan Pendukung
Hingga akhir November 2025, Bank Mandiri mencatat total aset mencapai Rp2.120 triliun, didorong oleh penyaluran kredit bank only sebesar Rp1.452 triliun yang tumbuh lebih cepat dari rata-rata industri perbankan nasional.
Dana Pihak Ketiga (DPK) menyentuh Rp1.584 triliun dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat di level 91%, menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko likuiditas. Performa ini diperkuat oleh margin bunga bersih yang stabil dan pengendalian biaya operasional, memungkinkan bank untuk membagikan dividen interim tanpa mengorbankan rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap di atas regulasi.
Dampak bagi Investor dan Pasar
Bagi investor seperti Anda yang aktif memantau pasar saham Indonesia (IHSG) dan tren investasi, dividen interim Rp100 per saham ini memberikan yield menarik sekitar 4-5% berdasarkan harga saham BMRI terkini, menjadikannya pilihan defensif di tengah volatilitas global.
Cum date sudah lewat (7 Januari 2026), sehingga saham BMRI kemungkinan sudah bereaksi positif pasca-pengumuman, dengan potensi kenaikan harga akibat sentimen positif. Sebagai bank BUMN terbesar, langkah ini juga memperkuat persepsi fundamental solid BMRI dibandingkan kompetitor seperti BBNI atau BBRI.
Implikasi Ekonomi Lebih Luas
Pembagian dividen sebesar Rp9,3 triliun ini tidak hanya menguntungkan pemegang saham ritel dan institusi, tetapi juga menyuntikkan likuiditas ke pasar modal Indonesia, mendukung IHSG yang sedang pulih di awal 2026.
Bank Mandiri, dengan peran sentral dalam pembiayaan infrastruktur dan UMKM, menunjukkan ketahanan terhadap tekanan suku bunga BI dan fluktuasi rupiah, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 5,2% tahun ini. Bagi content creator keuangan seperti Anda, topik ini ideal untuk artikel analisis tentang strategi dividen BUMN dan peluang investasi jangka panjang di sektor perbankan.

