Proyek Raksasa Rp123 T: Kilang Balikpapan Modernisasi Energi Indonesia
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan merupakan inisiatif modernisasi raksasa senilai Rp123 triliun (US$7,4 miliar) yang baru saja selesai dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, menjadikannya kilang terbesar di Indonesia yang memasok sekitar 22-25% kebutuhan BBM nasional.
Peningkatan Teknologi
Modernisasi mencakup unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) sebagai jantung proyek, yang mengubah residu berat menjadi produk bernilai tinggi seperti bensin, diesel, avtur, dan LPG setara standar Euro V. Nelson Complexity Index (NCI) kilang naik dari 3,7 menjadi 8,0, memungkinkan pengolahan minyak mentah lebih variatif dan efisien. Fasilitas pendukung seperti Single Point Mooring (SPM) Lawe-Lawe untuk kapal besar dan pipa gas Senipah–Balikpapan juga dibangun.
Dampak Ekonomi
Proyek ini berlangsung selama enam tahun sejak 2019, mengurangi ketergantungan impor BBM dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp60 triliun per tahun. Produksi tambahan mencapai 336 ribu ton LPG per tahun, mendukung transisi energi bersih dan hilirisasi energi nasional sesuai Asta Cita. Kilang ini memperkuat ketahanan energi di kawasan timur Indonesia.

