PT Bumi Resources Tbk Turun ke Rp410 Hari Ini, Saham BUMI Tertekan Pasar

PT Bumi Resources Tbk Turun ke Rp410 Hari Ini, Saham BUMI Tertekan Pasar

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memang turun ke level Rp410 hari ini, 15 Januari 2026, di tengah tekanan pasar yang lebih luas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini mencapai sekitar 2,84% atau Rp12 dari penutupan sebelumnya di Rp422, mencerminkan sentimen negatif investor terhadap sektor komoditas batubara.

Detail Perdagangan Hari Ini

PT Bumi Resources Tbk Turun ke Rp410 Hari Ini, Saham BUMI Tertekan Pasar
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Sesi perdagangan hari ini menunjukkan volatilitas tinggi, dengan saham BUMI membuka di Rp426, menyentuh titik terendah Rp404, dan tertinggi Rp428. 

Volume transaksi mencapai 4,14 miliar lembar saham, yang masih di bawah rata-rata harian 7,97 miliar lembar, menandakan partisipasi yang agak lesu meski ada aksi jual. Harga saat ini di Rp410 menempatkan kapitalisasi pasar perusahaan di kisaran Rp152,25 triliun, dengan rasio P/E negatif -347,46 akibat kerugian bersih serta EPS -Rp1,18.

Konteks Performa Jangka Panjang

Meskipun turun hari ini, kinerja BUMI year-to-date tetap impresif dengan kenaikan 247%, didorong oleh optimisme sektor batubara berkat pemulihan harga komoditas global dan fundamental perusahaan yang membaik. Rata-rata bergerak 50 hari berada di Rp299, menunjukkan kekuatan jangka pendek di atas level tersebut. Analis dari berbagai sumber seperti CNBC Indonesia menyebut potensi "BUMI reborn" di 2026, dengan anak usaha BRMS diproyeksikan jadi mesin cuan utama berkat ekspansi produksi.

Faktor Penekan Pasar

Penurunan ini sejalan dengan tekanan pasar secara keseluruhan, di mana IHSG juga melemah akibat kekhawatiran inflasi global, fluktuasi harga batubara, dan aksi profit-taking setelah rally signifikan akhir 2025. 

Berita terkini menyoroti penjualan saham oleh investor besar pada 13 Januari, yang turut membebani harga. Selain itu, laba bersih BUMI sempat merosot 76% di periode sebelumnya karena harga jual batubara rendah, meski tren membaik belakangan.

Prospek Mendatang

Investor disarankan pantau support kuat di Rp400 dan resistance Rp430. Dengan market cap besar dan posisi Grup Bakrie-Salim, BUMI berpotensi rebound jika harga batubara stabil di atas US$100/ton dan produksi meningkat. 

Prediksi analis optimis untuk 2026, dengan peluang beli pada koreksi seperti ini bagi trader jangka menengah. Namun, risiko volatilitas tetap tinggi mengingat ketergantungan pada komoditas ekspor.

 

Next Post Previous Post