Rekomendasi Obat HIV Terbaik: Dari TLD hingga Lenacapavir Suntik 2x Setahun
TLD tetap menjadi regimen antiretroviral (ART) oral pilihan utama untuk pengobatan HIV di Indonesia berkat efektivitas tinggi, ketersediaan gratis, dan dukungan pemerintah. Lenacapavir suntik dua kali setahun menjanjikan untuk pencegahan (PrEP) dengan efikasi mendekati 100%, tapi belum disetujui untuk pengobatan rutin di Indonesia per 2026. Tidak ada obat "terbaik" tunggal; pilihan tergantung faktor individu seperti resistensi virus dan kepatuhan, sehingga konsultasikan dokter.
Gambaran TLD
TLD (tenofovir disoproxil fumarate, lamivudine, dolutegravir) adalah pil tunggal harian yang direkomendasikan WHO sebagai terapi lini pertama karena menekan virus secara efektif dengan resistensi rendah. Di Indonesia, tersedia gratis melalui program Kemenkes sebagai Acriptega® BPOM, mengalahkan regimen lama seperti TLE dengan tingkat penekanan viral 52% vs 21%.
Detail Lenacapavir
Lenacapavir dari Gilead bekerja sebagai inhibitor capsid, unggul untuk PrEP dengan suntikan subkutan setiap enam bulan, lebih baik dari Truvada harian. Untuk pengobatan, efektif lawan HIV resisten multidrug saat dikombinasi, tapi FDA setujui utama untuk pencegahan (2025) dan belum ada di Indonesia. Versi generik diproyeksi tersedia 2027 seharga ~Rp600.000/tahun di negara berpenghasilan rendah.
Pilihan Lain
Injeksi jangka panjang seperti cabotegravir/rilpivirine (bulanan) cocok untuk kesulitan patuh pil, dengan penekanan viral >85% di dunia nyata. WHO dukung opsi ini untuk kelompok khusus. Regimen seperti BIC/3TC atau DTG/3TC juga direkomendasikan untuk beban pil rendah.
Konteks Indonesia
Pengobatan HIV gratis via subsidi pemerintah di klinik seperti RSMM Bogor atau Jakarta; TLD standar di Jawa Barat. Akses bervariasi, cek program Kemenkes atau apotek terdaftar. Hindari obat sendiri untuk cegah resistensi; cocokkan dengan preferensi farmasi Anda via dokter.

