Rekor Baru! Emas Dunia US$5.089 per Ons Selasa, 27 Januari 2026
Harga emas dunia terus menunjukkan tren kenaikan yang lebih panjang dan agresif, bahkan setelah rekor US$5.089 per ons kemarin. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik global, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi inflasi tinggi di 2026.
Sejak awal 2026, emas naik lebih dari 80% secara year-to-date, melewati level US$5.000 sebagai support kuat. Proyeksi analis menunjukkan potensi menuju US$6.000 pada Q2 2026 jika ketidakpastian berlanjut, didukung demand bank sentral dan investor ritel.
Faktor Pendorong Utama
Geopolitik: Konflik Timur Tengah dan ketegangan AS-China mendorong safe haven buying.
Ekonomi AS: Fed rate cut lebih lambat dari ekspektasi, plus defisit fiskal Trump post-reelection.
Pasar Lain: Perak ikut rally ke US$117/ons, sementara kripto volatile kontras dengan stabilitas emas.
Implikasi untuk Investor Indonesia
Di Medan, harga Antam lokal kini setara Rp1,45-1,50 juta/gram (buyback), naik 5-7% harian. Saran: Alokasikan 10-20% portofolio ke emas fisik atau ETF untuk lindung nilai IHSG yang fluktuatif. Pantau kurs Rupiah di Rp16.700-an untuk timing beli.

