Revolusi Energi: PLTN 1 GW Direncanakan di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat
Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 1 GW di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat menandai langkah besar Indonesia menuju revolusi energi bersih. Proyek ini masuk dalam RUPTL PLN 2025-2034, dengan target operasional awal sekitar 2030-2032.
Latar Belakang Proyek
Pemerintah telah menyaring 29 lokasi potensial menjadi prioritas seperti Bangka Belitung (Pulau Kelasa, Tanjung Ular) dan Kalimantan Barat (Sambas, Pulau Semesa). Thorcon Power Indonesia merencanakan PLTN 500 MW di Pulau Kelasa, mulai konstruksi 2027 tanpa APBN, bekerja sama dengan PLN Nusantara Power. Kapasitas total direncanakan 0,5-1 GW awal, dengan potensi ekspansi hingga 20 GW hingga 2050.
Manfaat dan Tantangan
Manfaat: Sumber energi stabil 24/7, mendukung industri smelter dan target bauran EBT 23% pada 2025, potensi uranium lokal ribuan ton di wilayah tersebut.
Tantangan: Perizinan BAPETEN, isu sosial lingkungan bagi masyarakat adat, serta regulasi Perpres yang tinggal ditandatangani Presiden Prabowo.
Dampak Ekonomi
Proyek ini diprediksi ciptakan industri PLTN lebih besar dari tambang timah di Babel, libatkan mitra internasional seperti Rusia (Rosatom) atau Thorcon, serta tambah kapasitas nasional 69,5 GW hingga 2034.

