Revolusi QRIS: BI Bidik Rp17 Miliar Transaksi Harian dan 60 Juta User Tahun Depan
Bank Indonesia (BI) mendorong percepatan adopsi QRIS sebagai tulang punggung pembayaran digital nasional dengan target ambisius untuk 2026. Melalui tema "17-8-45", BI memproyeksikan 17 miliar transaksi QRIS, perluasan ke 8 negara, serta 45 juta merchant dan 60 juta pengguna.
Target Utama BI 2026
BI menetapkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar pada 2026, naik signifikan dari pencapaian 2025 yang sudah tembus 58,3 juta pengguna dan 41,19 juta merchant. Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan 60 juta pengguna QRIS, dengan 45 juta di antaranya dari UMKM, untuk mempercepat inklusi keuangan. Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta menambahkan perluasan QRIS lintas negara ke 8 destinasi seperti Jepang, China, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Pertumbuhan Pesat QRIS Saat Ini
Hingga Oktober 2025, pengguna QRIS mencapai 58,3 juta dengan merchant 41,19 juta, didominasi Jawa (40 juta pengguna), Sumatera (10,2 juta), dan wilayah lain. Volume transaksi QRIS melonjak 139,45% year-on-year (yoy), sementara nominal naik 102% yoy, mengalahkan kartu kredit yang hanya 18 juta pengguna. Fitur QRIS Tap meroket 1.200% bulanan dengan 508 ribu transaksi, siap ekspansi ke transportasi dan retail.
QRIS memberdayakan UMKM masuk ekosistem keuangan formal, dorong transaksi digital nasional capai 4,45 miliar pada Oktober 2025 (naik 31,2% yoy). BI-FAST proses 446,77 juta transaksi ritel senilai Rp1.115 triliun, perkuat kedaulatan ekonomi di tengah volatilitas global. Optimalisasi ini tingkatkan efisiensi, kurangi uang tunai, dan hubungkan 60 juta pengguna ke pembayaran modern.
Tantangan dan Strategi BI
Meski pesat, BI fokus perluasan infrastruktur ke luar Jawa dan edukasi pengguna. Kolaborasi antarnegara dan fitur Tap In-Tap Out jadi kunci, targetkan mall, pasar, serta moda transportasi siap QRIS. Revolusi ini wujudkan "kemerdekaan digital" pembayaran Indonesia.

