Saham ANTM, EMAS, hingga HRTA Kompak Terbang Usai Harga Emas Cetak Rekor
Saham ANTM, EMAS, dan HRTA memang kompak menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026) pagi ini, didorong oleh harga emas dunia yang mencetak rekor baru di US$5.024,95 per troy ons. Lonjakan ini juga tercermin di harga emas Antam domestik yang tembus Rp2.917.000 per gram, memicu sentimen bullish di sektor pertambangan emas. Respons pasar ini menunjukkan ketergantungan kuat saham emiten emas terhadap pergerakan komoditas global.
Performa Harian Saham
| (Foto Saham ANTM dari Google Finansial) |
|
Saham |
Kenaikan (%) |
Harga Terakhir (Rp) |
Vol. (jt lembar) |
Nilai (Rp T) |
|
ANTM |
+13,05 |
4.850 |
251 |
1,17 |
|
EMAS |
+16,60 |
7.225 |
52 |
0,362 |
|
HRTA |
+8,58 |
2.520 |
35 |
0,088 |
ANTM sebagai saham utama PT Aneka Tambang Tbk mendominasi dengan nilai transaksi tertinggi Rp1,17 triliun, menjadikannya salah satu pendorong IHSG hari ini. Sementara EMAS (EMTL) dan HRTA (Hartadinata Abadi) menunjukkan momentum lebih agresif secara persentase, meski volume lebih rendah.
Konteks Harga Emas
Harga emas spot global naik tajam akibat ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan permintaan safe haven dari investor. Di pasar domestik, emas Antam sempat fluktuatif—terkoreksi ke Rp2,79 juta per gram pekan lalu sebelum rebound—namun rekor baru ini memulihkan optimisme. Tren serupa terlihat di event sebelumnya, seperti saat emas tembus US$4.600 (11/1) dan US$4.700 (19/1), di mana ANTM-HRTA cs juga melonjak 5-10%.
Emiten Emas Lainnya
ARCI (Archi Indonesia): +6,98% ke Rp2.070, fokus eksplorasi emas di Indonesia Timur.
BRMS (Bumi Resources Minerals): +8% ke Rp1.350, proyek emas di Sulawesi.
PSAB (Pura Gold): +5,65% ke Rp660, pemain kecil tapi responsif terhadap emas.
Sektor ini secara keseluruhan menghijau, dengan kapitalisasi pasar tambahan signifikan.
Analisis dan Prospek
Kenaikan ini bisa berlanjut jika emas dunia bertahan di atas US$5.000, tapi waspadai koreksi jika data inflasi AS membaik atau dolar menguat. Untuk investor seperti Anda yang aktif pantau IHSG dan emas, ANTM tetap pilihan blue chip stabil dengan dividen atraktif, sementara EMAS dan HRTA cocok untuk trading jangka pendek. Pantau resistance ANTM di Rp5.000 dan support Rp4.500 untuk entry/exit.

