Saham AS & Bitcoin Anjlok Bareng: Kepanikan Obligasi Jepang jadi Pemicu

Saham AS & Bitcoin Anjlok Bareng: Kepanikan Obligasi Jepang jadi Pemicu
Saham AS dan Bitcoin mengalami penurunan tajam baru-baru ini akibat ancaman tarif baru dari Presiden Trump terkait Greenland, yang memicu sentimen risk-off global. Penurunan ini bertepatan dengan gejolak di pasar obligasi Jepang, meskipun pasar saham Jepang tidak menjadi pemicu utama. Jepang berkontribusi melalui efek kontaminasi obligasi, tapi cerita lebih luas melibatkan ketegangan geopolitik.

Penyebab Utama Penurunan

Ancaman tarif Trump terhadap sekutu Eropa untuk mengakuisisi Greenland menyebabkan Dow Jones turun 700-871 poin (1.5-1.8%), S&P 500 -2.1%, dan Nasdaq -2.4% pada 20 Januari 2026. Bitcoin jatuh ke $89.300-$89.369, kehilangan 3.4% dalam sehari dan 7% selama enam sesi berturut-turut, sejalan dengan aset berisiko lain. Investor beralih ke safe haven seperti emas dan franc Swiss, sementara dolar AS melemah.

Peran Jepang

Pasar obligasi Jepang mengalami penjualan besar-besaran (six-standard deviation move), mendorong yield naik dan likuiditas global mengetat, yang memengaruhi Bitcoin serta pasar AS. Nikkei 225 turun 0.46%-1.11% menjadi sekitar 52.747-52.991 poin akibat kekhawatiran fiskal domestik, tapi ini bukan penyebab awal—hanya memperburuk kontaminasi global. Jepang bukan "penutup cerita"; ia bagian dari efek domino, bukan pemicu primer seperti tarif Trump.

Dampak ke Pasar Indonesia

Saham AS & Bitcoin Anjlok Bareng: Kepanikan Obligasi Jepang jadi Pemicu
(Foto Harga Bitcoin dari Coinmarketcap)

IHSG sempat ambruk >2% awal Januari akibat tensi geopolitik global serupa, menunjukkan keterkaitan dengan peristiwa AS. Sebagai investor di Medan yang memantau IHSG dan kripto, pantau update tarif Trump di Davos serta yield JGB untuk antisipasi volatilitas lanjutan. Harga Bitcoin saat ini sekitar Rp1,52 miliar per BTC.

Next Post Previous Post