Saham Emas 2026: Sudah Terlambat Masuk atau Masih Golden Opportunity?
Memasuki saham emas seperti EMAS di awal 2026 masih menawarkan peluang emas yang signifikan bagi investor ritel Indonesia, meskipun sudah ada rally kuat sepanjang 2025. Dengan harga emas dunia yang terus naik didorong faktor geopolitik dan moneter, saham terkait tambang seperti EMAS bisa memberikan return di atas pasar saham biasa (IHSG), tapi timing dan strategi sangat krusial untuk hindari FOMO.
Baca Juga: 8 Saham Emas Terbaik di BEI 2026: Daftar Lengkap MDKA, ANTM, UNTR hingga EMAS
Performa Terkini Saham EMAS
| (Foto Saham Merdeka Gold dari Google FInansial) |
Ini sejalan dengan lonjakan harga emas spot dunia yang tembus US$2.800 per ons, di mana EMAS sebagai produsen emas primer di Indonesia mendapat leverage langsung dari kenaikan harga komoditas.
Volatilitas tinggi terlihat dari all-time high 2.880 IDR pada September 2025, tapi pemulihan cepat pasca-koreksi menandakan fundamental kuat dengan tambang baru di Sulawesi yang mulai produksi penuh tahun ini.
Proyeksi Harga Emas 2026
Analis global seperti Goldman Sachs dan J.P. Morgan memprediksi emas bisa reli hingga US$4.000–5.300 per ons sepanjang 2026, didorong pembelian agresif bank sentral (terutama China dan India) serta pelemahan USD akibat kebijakan suku bunga rendah The Fed.
Di pasar domestik, proyeksi kenaikan 20% lagi realistis karena permintaan fisik emas Antam naik 15–20% YoY, ditambah stimulus ekonomi Jokowi era yang masih berlanjut meski ada transisi.
Risiko downside termasuk koreksi jika inflasi AS membaik atau yield Treasury naik, tapi tren jangka panjang bullish karena diversifikasi aset safe-haven di tengah ketidakpastian global.
|
Faktor Pendukung |
Dampak ke Saham EMAS |
Risiko Utama |
|
Harga emas dunia >US$3.000/oz |
Leverage 2–3x lebih tinggi dari emas fisik |
Volatilitas harga komoditas |
|
Produksi tambang 2026: 200.000 oz/tahun |
Revenue projection Rp10T+ |
Delay operasional atau biaya capex overruns |
|
Dividen potensial mulai 2032 |
Yield 5–7% untuk holder jangka panjang |
Likuiditas rendah di IDX |

