Saham Emas Paling Cuan 2026: Rekomendasi Top untuk Untung Maksimal Tahun Ini

Saham Emas Paling Cuan 2026: Rekomendasi Top untuk Untung Maksimal Tahun Ini

Saham emas Indonesia sedang ramai diburu investor di awal 2026 karena harga emas dunia mencapai rekor tertinggi di atas $3.000 per ounce, didorong ketegangan geopolitik, inflasi, dan permintaan safe haven dari bank sentral global.

Faktor Pendorong Cuan Maksimal

Harga emas global diproyeksi tembus $5.000/oz sepanjang 2026 oleh analis BMO dan lainnya, berkat pelemahan dolar AS serta kebijakan moneter longgar. Emiten emas lokal seperti ANTM dan BRMS untung besar dari margin lebih tinggi, dengan laba Q4/2025 tumbuh 100-200% YoY meski biaya produksi naik. Volatilitas pasar saham IHSG justru jadi peluang beli saat koreksi, terutama pasca-rekor emas Desember 2025.

Rekomendasi Saham Teratas

Saham Emas Paling Cuan 2026: Rekomendasi Top untuk Untung Maksimal Tahun Ini
(Foto Saham MDKA dari Google Finansial)
Berikut daftar saham emas paling potensial cuan berdasarkan target harga analis terkini dari BRI Danareksa, Korea Investment, dan IndoPremier, dengan proyeksi upside 50-100% dari level Januari 2026.

Saham

Target Harga (Rp)

Upside Potensial

Kinerja Terbaru

Alasan Utama [Sumber]

ANTM (Aneka Tambang)

4.600–5.200

60-80%

Laba Q2/2025 +241% YoY, produksi 19 ton emas

Cadangan emas besar di Pongkor & Cibaliung; efisiensi biaya top

BRMS (Bumi Resources Minerals)

480–1.300

100-150%

Laba +156% YoY, penjualan emas naik 200%

Proyek Bateman dan Ciemas onstream; valuasi undervalued

MDKA (Merdeka Copper Gold)

4.250

40-60%

Harga saham +118% setahun, laba bersih melonjak

Operasi Wetar kuat; diversifikasi ke tembaga tambah cuan

PSAB (Panca Suksesa Abadi)

760

30-50%

Stabil +20% YTD 2026

Fokus emas lokal; rendah utang, cocok defensif

HRTA (Hartadinata Abadi)

2.800

70-90%

Lonjakan 16-51% Januari 2026

Penjualan ritel emas tinggi; ekspansi toko

Strategi Investasi Efektif

Timing Beli: Masuk saat pullback IHSG akibat sentimen global, target entry di support teknikal (misal ANTM Rp2.900).

Diversifikasi: Alokasikan 40% ANTM/BRMS untuk growth, 30% MDKA untuk stabilitas, sisanya PSAB/HRTA.

Risiko: Pantau suku bunga The Fed; jika naik, emas bisa koreksi 10-15% sementara. Gunakan stop-loss 10-15% per posisi.

Horizon: Hold minimal 6-12 bulan untuk cuan maksimal, rebalancing tiap kuartal berdasarkan laporan keuangan Q1/2026 Maret nanti.

Prospek cerah jika emas tetap di atas $3.200/oz, dengan total return potensial 50-100% untuk portofolio ini. Selalu riset mandiri dan konsultasi advisor sebelum beli.

Next Post Previous Post