Suasana Imlek di Glodok: Pasar Merah Meriah Penuh Warna
Glodok, kawasan Pecinan tertua di Jakarta, berubah menjadi pusat perayaan Imlek yang penuh semangat dan warna-warni, terutama di sekitar Pasar Merah atau Pasar Jaya Glodok.
Suasana meriah ini mencapai puncaknya menjelang Tahun Baru Imlek 2026, dengan lautan dekorasi merah keemasan yang melambangkan kemakmuran dan keberuntungan. Pasar ini ramai dikunjungi warga Jakarta dan wisatawan sejak awal Januari, menciptakan hiruk-pikuk khas yang disebut "lautan merah".
Daya Tarik Utama Pasar Merah
Pasar Merah Glodok menjadi magnet utama dengan deretan lapak yang menjajakan pernak-pernik Imlek lengkap, mulai dari amplop angpao berwarna cerah, lampion raksasa berbentuk hewan zodiak seperti ular atau kuda, hingga kaligrafi pintu (spring couplets) bertuliskan harapan keberuntungan.
Pedagang juga menyediakan pohon rezeki imitasi, stiker zodiak, dan pakaian anak-anak bertema perayaan yang laris manis. Suasana semakin hidup dengan aroma kue tradisional seperti kue keranjang, bakpao, dan kue cubit yang menggoda selera, sementara tumpukan barang dagangan menjulang tinggi hingga membentuk terowongan merah.
Suasana Meriah Jelang Imlek
Malam hari di Glodok berubah magis dengan ribuan lampion menyala terang, menghiasi jalan Pancoran dan sekitarnya yang ditutup sementara untuk pejalan kaki.
Keramaian membludak, terutama akhir pekan seperti hari ini (Minggu, 18 Januari 2026), di mana keluarga berbondong-bondong berburu barang diskon sambil nawar harga dengan pedagang yang berbahasa campur Indonesia-Mandarin. Video dan foto di media sosial menunjukkan kerumunan teeming seperti festival, dengan musik latar barongsai dan ledakan petasan kecil yang menambah kegembiraan.
Tips Berkunjung Optimal
Datang pagi hari sekitar pukul 8-10 pagi untuk menghindari puncak keramaian siang hingga malam, serta dapatkan harga lebih murah melalui tawar-menawar.
Gunakan transportasi umum seperti TransJakarta koridor Glodok atau MRT Dukuh Atas, lalu jalan kaki; parkir mobil sulit karena kawasan ramai.
Bawa uang tunai secukupnya untuk belanja kecil, tas jinjing untuk barang bawaan, dan masker jika sensitif terhadap debu atau asap kembang api. Jangan lupa foto-foto di spot ikonik seperti gerbang Pecinan untuk koleksi kenangan.

