Update Harga Biodiesel dan Bioetanol Januari 2026: Naik atau Turun?
Harga biodiesel dan bioetanol di Indonesia mengalami kenaikan tipis pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025, menandakan tren harga energi nabati yang fluktuatif di awal tahun. Kementerian ESDM menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel sebesar Rp13.631 per liter (belum termasuk ongkos angkut), naik Rp250 dari Rp13.381 per liter bulan sebelumnya. Sementara itu, HIP bioetanol ditetapkan Rp8.438 per liter, naik dari Rp8.428 per liter.
HIP Biodiesel
HIP biodiesel Januari 2026 dihitung berdasarkan formula: harga rata-rata CPO Kuala Lumpur + US$85 per ton × 870 kg/m³ + ongkos angkut, dengan kurs BI Rp16.684 per dolar AS. Faktor konversi CPO ke biodiesel tetap US$85 per metrik ton, tidak berubah dari periode sebelumnya. Kenaikan ini berlaku untuk program B35, mencampur 35% biodiesel ke solar.
HIP Bioetanol
Perhitungan HIP bioetanol menggunakan: harga tetes tebu KPB rata-rata (periode 15 Agustus-14 Desember 2025) Rp1.034/kg × 4,125 kg/liter + US$0,25 per liter. Kurs konversi Rp16.685 per dolar AS mendukung besaran akhir Rp8.438 per liter. Kenaikan tipis ini sejalan dengan tren harga bahan baku tebu.
Dampak Pasar
Kenaikan harga BBN ini berpotensi memengaruhi harga BBM campuran nasional, meski bersifat HIP sebagai acuan blending. Kebijakan Perpres No. 4 Tahun 2024 soal Dana Perkebunan mendukung program biodiesel, dengan alokasi 15,65 juta kiloliter. Pelaku industri sawit dan tebu diminta pantau fluktuasi CPO global untuk proyeksi Februari.
| Komoditas | Desember 2025 (Rp/liter) | Januari 2026 (Rp/liter) | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Biodiesel | 13.381 | 13.631 | +250 |
| Bioetanol | 8.428 | 8.438 | +10 |

