Update Harga Minyak Global Januari 2026: Turun 5% Akibat Surplus Pasokan

 

Update Harga Minyak Global Januari 2026: Turun 5% Akibat Surplus Pasokan

Harga minyak global mengalami penurunan signifikan sepanjang Januari 2026, mencapai sekitar 5% secara keseluruhan akibat surplus pasokan yang melimpah dari produsen utama. Brent Crude Oil diperdagangkan di kisaran US$60 per barel pada awal bulan ini, turun dari level US$63 di akhir Desember 2025. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan produksi OPEC+ dan impor tinggi dari non-OPEC seperti AS serta Brasil.

Penyebab Utama Penurunan

Surplus pasokan global mencapai 2 juta barel per hari, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, karena OPEC+ gagal memenuhi kuota pemangkasan. Permintaan lemah dari China akibat perlambatan ekonomi pasca-resesi juga berkontribusi, dengan konsumsi minyak turun 1,5% year-on-year. Faktor cuaca hangat di belahan bumi utara menekan kebutuhan pemanasan, memperburuk tekanan harga.

Dampak ke Pasar dan Ekonomi

Harga WTI Crude serupa, berada di US$57-59 per barel, memengaruhi inflasi global yang cenderung mereda. Bagi Indonesia sebagai importir bersih, penurunan ini menguntungkan dengan menekan subsidi BBM dan mendorong daya beli, meski APBN tetap rentan fluktuasi rupiah. Investor energi beralih ke aset alternatif seperti gas alam dan terbarukan.

Prospek Bulan Depan

Analis memprediksi stabilisasi di US$58-62 jika tidak ada gangguan geopolitik seperti ketegangan Timur Tengah. Pemantauan OPEC+ meeting akhir Januari krusial untuk pemulihan potensial.



Next Post Previous Post