Usai di Rasuna Said Dibongkar, Tiang Monorel di Senayan Bakal Diubah Jadi Videotron
Pemprov DKI Jakarta sedang gencar membongkar tiang monorel mangkrak yang sudah bertahun-tahun merusak estetika kota, dimulai dari kawasan Rasuna Said dan dilanjutkan ke Senayan serta Asia Afrika. Langkah ini diambil untuk menata ulang ruang publik, mempercantik jalanan, dan memanfaatkan sebagian aset untuk videotron guna mendatangkan pendapatan daerah. Berikut penjelasan lebih rinci berdasarkan perkembangan terkini.
Kronologi Pembongkaran Rasuna Said
Pembongkaran 109 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dimulai pada 14 Januari 2026 secara bertahap, dilakukan malam hari agar tidak mengganggu lalu lintas. Proyek ini menargetkan penyelesaian penuh pada September 2026, diikuti penanaman taman, trotoar baru, serta fasilitas pejalan kaki. Anggaran total mencapai Rp102 miliar, mencakup pembongkaran, reklamasi lahan, dan penataan lingkungan.
Strategi di Senayan dan Asia Afrika
Di Senayan, tidak semua tiang dibongkar total; sekitar 13 tiang akan disulap menjadi videotron dan reklame untuk memaksimalkan nilai ekonomi. Pendekatan serupa diterapkan di Asia Afrika, di mana sebagian tiang mangkrak dimanfaatkan agar tidak sia-sia. Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa langkah ini bagian dari revitalisasi aset negara yang mangkrak dua dekade.
Manfaat Ekonomi dan Estetika
Pemanfaatan tiang sebagai videotron diproyeksikan menambah pendapatan asli daerah (PAD) melalui iklan digital, sekaligus mengurangi biaya pembongkaran penuh. Proyek monorel yang terhenti sejak awal 2000-an ini sebelumnya jadi sorotan karena memenuhi trotoar dan menghambat akses pejalan kaki. Kini, kawasan Senayan dan sekitarnya diharapkan jadi lebih hijau dan fungsional.
Dampak Lalu Lintas dan Publik
Pekerjaan dilakukan tanpa penutupan jalan permanen, dengan pengawasan ketat untuk keselamatan. Masyarakat menyambut positif inisiatif ini, meski ada kekhawatiran sementara soal debu dan kebisingan. Pemprov DKI berjanji transparansi lelang videotron untuk mencegah korupsi.

