Waspada! Teknik Pump and Dump ala Influencer yang Sering Jebak Trader Pemula
Teknik pump and dump adalah manipulasi pasar kripto di mana pelaku sengaja menaikkan harga aset secara artifisial lalu menjualnya untuk untung besar, sering kali menjebak trader pemula. Influencer kripto kerap terlibat dengan mempromosikan token murah di media sosial untuk menciptakan hype. Praktik ini ilegal dan berisiko tinggi bagi investor ritel.
Baca Juga: Hindari Jebakan Exit Liquidity: Panduan Lengkap Investasi Kripto Tanpa Rugi Besar
Cara Kerja Teknik Ini
Pelaku memulai dengan fase akumulasi, membeli token kripto berharga rendah dalam jumlah besar saat volume perdagangan masih minim. Selanjutnya, fase pump dilakukan melalui promosi masif via Telegram, Twitter, atau influencer yang menyebarkan berita palsu agar harga melonjak drastis. Terakhir, fase dump: pelaku menjual semua aset mereka di puncak harga, menyebabkan harga anjlok dan trader pemula rugi besar.
Peran Influencer Kripto
Influencer sering menjadi promotor utama dengan posting endorsement berbayar atau sinyal "pompa" di grup privat, memanfaatkan kepercayaan followers. Mereka menargetkan altcoin baru atau rendah likuiditas untuk efek maksimal, kadang berkolusi dengan whale (pemodal besar). Kasus seperti ini bahkan menarik perhatian FBI karena kerugian mencapai jutaan dolar.
Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai
Lonjakan harga tiba-tiba tanpa fundamental kuat, diikuti volume perdagangan abnormal.
Promosi agresif dari influencer atau grup Telegram dengan janji untung cepat.
Token dengan market cap kecil dan likuiditas rendah, sering di bursa kecil.
Cara Menghindari Jebakan
Hindari FOMO dengan riset mendalam via whitepaper dan on-chain analysis sebelum beli. Gunakan stop-loss, diversifikasi portofolio, dan abaikan sinyal grup berbayar. Pilih aset blue-chip di bursa terpercaya seperti Binance atau Indodax untuk mengurangi risiko manipulasi.

