15 Saham Multibagger 2026: Sektor Tech, Finance, dan Energi yang Diprediksi Naik
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum kuat bagi saham multibagger di sektor teknologi, keuangan, dan energi di Indonesia, didorong oleh transformasi digital, kebijakan hilirisasi, serta transisi energi hijau. Berikut 15 saham potensial yang layak dipantau, berdasarkan analisis tren terkini seperti AI, fintech, dan ekosistem EV.
Sektor Teknologi (5 Saham)
| (Foto Saham DCII dari Google Finansial) |
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia): Perbaikan EBITDA positif dan ekspansi fintech dorong valuasi naik, terutama jika merger dengan Grab terealisasi.
DCI (DCII Indonesia): Pemimpin data center dengan lonjakan permintaan cloud dan AI, kinerja 2025 sudah naik 160%.
EMTK (Elang Mahkota Teknologi): Agresif di digital media dan konten, didukung tren konsumsi data.
MLPT (Mediatech): Potensi dari infrastruktur fiber optic dan IoT, kolaborasi AI jadi katalis.
WIFI (WiFi Indonesia): Monetisasi data 5G dan ekspansi jaringan, prospek rotasi sektor tech.
Sektor Finance & Fintech (5 Saham)
| (Foto Saham EMTK dari Google Finansial) |
|
Saham |
Alasan Potensial |
Target Katalis arrezamp+1 |
|
BMRS |
Bank digital dengan pertumbuhan pengguna cepat |
Profitabilitas & ekspansi underbanked |
|
BUVA |
Fintech berbasis investor besar |
Margin tinggi dari kredit digital |
|
COIN |
IPO segar di kripto-fintech |
Momentum pasar crypto rebound |
|
CDIA |
Dukungan konglomerat di finance terintegrasi |
Stabilitas energi-finance hybrid |
|
EMTK |
Diversifikasi ke fintech media |
Integrasi dompet digital |
Sektor Energi (5 Saham)
| (Foto Saham CDIA dari Google Finansial) |
DEWA: Hilirisasi batu bara ke DME, prospek ekspor stabil hingga 2030.
BUMI: Konglomerat energi dengan target harga Rp500, didukung komoditas.
PTRO: Transformasi energi hibrida, potensi dividen tinggi.
CDIA: Diversifikasi ke energi dan pelabuhan, lonjakan pasca-IPO.
BMRS: Ekosistem nikel-EV baterai, small cap berpotensi multibagger.
Risiko dan Strategi Investasi
Investor harus pantau profitabilitas, regulasi OJK, dan fluktuasi global seperti suku bunga AS. Diversifikasi portofolio dan riset mendalam esensial, karena saham multibagger sering volatil meski berpotensi cuan besar. IHSG diprediksi tembus 9.000, tapi lakukan due diligence pribadi.

