AMRT 2026: Ekspansi 800 Gerai Baru dan Target Pendapatan High Single-Digit, Saatnya Beli Saham Alfamart?

AMRT 2026: Ekspansi 800 Gerai Baru dan Target Pendapatan High Single-Digit, Saatnya Beli Saham Alfamart?

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), operator jaringan minimarket Alfamart, memang sedang gencar ekspansi dengan rencana pembukaan 800 gerai baru sepanjang 2026, yang sebagian besar difokuskan di wilayah luar Jawa untuk mengejar pertumbuhan organik yang lebih tinggi. 

Target pendapatan high single-digit (sekitar 7-9% YoY) ini terlihat realistis mengingat kinerja 9M25 yang solid, di mana pendapatan bersih mencapai Rp94,47 triliun dengan pertumbuhan 7,1% YoY, didorong oleh peningkatan same-store sales dan efisiensi operasional. 

Sebagai investor ritel di Indonesia seperti Anda, pertanyaan apakah "saatnya beli" perlu dianalisis lebih dalam dari sisi fundamental, valuasi, risiko, dan konteks pasar terkini per Februari 2026.

Kinerja Finansial Terkini

AMRT 2026: Ekspansi 800 Gerai Baru dan Target Pendapatan High Single-Digit, Saatnya Beli Saham Alfamart?
(Foto Saham AMRT dari Google Finansial)
AMRT menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi pasca-pandemi. Pada Q3/2025, pendapatan regional terbagi sebagai berikut: Jabodetabek Rp25,46 triliun (+3,11% YoY), Jawa luar Jabodetabek Rp34,83 triliun (+3,96% YoY), dan luar Jawa Rp36,68 triliun (+14,84% YoY), yang mencerminkan kekuatan di segmen pedesaan dengan daya beli yang pulih. 

Segmen produk makanan menyumbang Rp66,82 triliun (+7,15% YoY), sementara non-makanan Rp27,64 triliun (+6,96% YoY), menandakan diversifikasi yang sehat. Laba bersih juga tumbuh stabil, didukung margin gross yang terjaga di atas 23% berkat strategi pricing kompetitif dan supply chain yang efisien.

Rencana Ekspansi 2026

Rencana 800 gerai baru ini merupakan pencapaian sekitar 80% dari target 2025 (yang sudah terealisasi lebih awal), dengan penekanan pada format Alfamart Express di area suburban dan rural untuk menangkap volume transaksi harian yang lebih tinggi.

 Selain itu, AMRT mulai ekspansi internasional ke Bangladesh, yang berpotensi jadi katalis baru meski masih tahap awal. Strategi omnichannel seperti Alfamart Digital dan kerjasama e-commerce semakin kuat, memanfaatkan tren belanja hybrid pasca-stimulus ekonomi pemerintahan Trump yang berdampak positif pada konsumsi domestik Indonesia. 

Proyeksi ini didukung capex sekitar Rp2-2,5 triliun untuk ekspansi, dengan ROI cepat (kurang dari 2 tahun per gerai baru).

Valuasi dan Rekomendasi Analis

Hingga Februari 2026, saham AMRT diperdagangkan di kisaran valuasi PER 18-20x forward (cek Stockbit untuk update real-time), yang tergolong wajar untuk sektor ritel defensif dengan dividend yield stabil di atas 3%. 

Analis dari Kontan dan Bareksa merekomendasikan "Buy" dengan target harga Rp2.400-2.500, didorong prospek pertumbuhan pendapatan kuat dan stimulus fiskal yang pro-bisnis. 

Dibanding kompetitor seperti Indomaret (AMRT), AMRT unggul di efisiensi (ROE ~25%) dan jaringan lebih luas (sudah 20.000+ gerai).

Next Post Previous Post