Bank Indonesia Kembali Tahan BI Rate di Level 4,75%
Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di 4,75% pada rapat Dewan Gubernur terbaru, melanjutkan kebijakan akomodatif untuk stabilkan ekonomi. Keputusan ini konsisten sejak penurunan terakhir pada 2025, dengan Deposit Facility di 3,75% dan Lending Facility di 5,50%.
Alasan Utama Penahanan
Kebijakan ini difokuskan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global, termasuk pelemahan Rupiah hingga 1,53% awal 2026. Inflasi diproyeksi tetap terkendali dalam koridor 2,5% ±1% untuk 2025-2026, sambil dorong pertumbuhan melalui likuiditas perbankan dan kredit ke sektor riil. BI juga pantau tekanan musiman akhir tahun dan aliran masuk portofolio asing.
Dampak Ekonomi
Penahanan BI-Rate sebesar 4,75% ini sudah berlangsung empat kali berturut-turut hingga Januari 2026, mendukung konsumsi rumah tangga dan investasi meski pertumbuhan melambat. Total penurunan 150 bps sejak 2024 telah ciptakan kondisi longgar, tapi BI siap turunkan lagi jika inflasi stabil.
Proyeksi ke Depan
BI akan perkuat kebijakan makroprudensial untuk turunkan suku bunga kredit dan tingkatkan pembiayaan prioritas. Gubernur Perry Warjiyo tekankan keseimbangan antara stabilitas Rupiah dan akselerasi ekonomi domestik. Investor pantau rapat berikutnya untuk sinyal pelonggaran lebih lanjut.

