Bansos Beras 664 Ribu Ton: Kini Jangkau 33 Juta Orang
Pemerintah Indonesia menambah jangkauan bansos beras menjadi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk periode Februari-Maret 2026, dengan total alokasi 664 ribu ton beras. Program ini bertujuan meringankan beban masyarakat menjelang Ramadan, di mana setiap KPM menerima 10 kg beras per bulan atau 20 kg sekaligus.
Detail Penyaluran
Penyaluran dijadwalkan mulai pertengahan Maret 2026 oleh Perum Bulog, mencakup alokasi dua bulan sekaligus untuk efisiensi. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan persiapan stok dan karung sedang dilakukan agar tepat waktu saat Ramadan. Sebelumnya, program hanya menargetkan 18 juta KPM, tapi kini diperluas untuk lebih banyak warga kurang mampu.
Program Pendukung
Bansos ini juga disertai bantuan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter, dengan 2 liter per KPM. Total anggaran mencapai Rp 19,2 triliun, sebagai intervensi stabilisasi harga pangan. Inisiatif ini melanjutkan kebijakan sebelumnya yang telah menyalurkan ratusan ribu ton beras pada 2025.
Dampak bagi Masyarakat
Penambahan penerima ini meningkatkan daya beli 33,2 juta orang, khususnya di tengah potensi kenaikan harga jelang hari raya. Bulog menekankan perencanaan matang agar distribusi merata ke 38 provinsi. Program serupa di masa lalu berhasil menjangkau jutaan keluarga, menjaga ketahanan pangan nasional.

