BEI dan OJK Tak Pandang Bulu Berantas Manipulasi Saham
Tindakan Terkini
Pada akhir Januari 2026, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak mentolerir manipulasi pasar yang merusak kredibilitas BEI. OJK, di bawah Friderica Widyasari Dewi, langsung memulai penyelidikan masif terhadap pola perdagangan manipulatif, didukung BEI melalui mekanisme seperti suspensi saham dan Papan Pemantauan Khusus.
Konteks 2025
Sepanjang 2025, OJK telah memeriksa 155 kasus dugaan manipulasi saham, mayoritas terkait transaksi semu yang merugikan investor. Penindakan meliputi sanksi administratif dan hukum, dengan fokus lindungi ritel dari bandar yang memanfaatkan media digital.
Tantangan Utama
Meski komitmen kuat, pemberantasan sulit karena rumitnya bukti, peran influencer, dan struktur pasar. BEI dan OJK perkuat pengawasan ARA (Auto Rejection Atas) serta libatkan aparat hukum untuk efek jera.

