BEI Perketat Syarat IPO Imbas Kecolongan Saham Gorengan

BEI Perketat Syarat IPO Imbas Kecolongan Saham Gorengan

BEI baru saja mengumumkan rencana pengetatan syarat Initial Public Offering (IPO) sebagai respons atas maraknya kasus saham gorengan yang merugikan investor ritel di pasar modal Indonesia. 

Langkah ini diambil setelah Bareskrim Polri mengungkap dugaan praktik manipulasi harga saham spekulatif, termasuk kasus PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), yang mengejutkan publik dan memicu kekhawatiran sistemik.

Latar Belakang Masalah

Saham gorengan sering muncul dari emiten IPO dengan fundamental lemah, likuiditas rendah, dan rentan dimanipulasi bandar untuk naik tajam lalu ambruk. 

Kasus-kasus seperti PIPA menunjukkan kecolongan pengawasan BEI, di mana saham melonjak hingga 20 kali lipat sebelum runtuh, merugikan ribuan investor. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengakui ini sebagai pelajaran berharga untuk reformasi regulasi demi keberlanjutan pasar.

Detail Pengetatan Syarat

BEI akan merevisi empat pilar utama: financial test (minimalisasi utang dan profitabilitas lebih ketat), corporate governance (transparansi pemilik dan dewan komisaris), model bisnis (keberlanjutan dan diversifikasi), serta growth opportunity (proyeksi pertumbuhan realistis berbasis data historis). 

Draft Peraturan Nomor 1 Tahun 2026 sedang disosialisasikan ke underwriter dan asosiasi, dengan target implementasi kuartal II 2026. Selain itu, minimalisasi free float dinaikkan menjadi 20-25% dari kapitalisasi pasar untuk tingkatkan likuiditas.

Perubahan Struktur Papan Pencatatan

Papan

Syarat Sebelumnya

Syarat Baru (Rencana)

Tujuan

Akselerasi

Modal kerja rendah, revenue minimal Rp10 M

Setara Pengembangan (revenue Rp50 M+, profit 1 tahun)

Cegah IPO abal-abal

Pengembangan

Profitabilitas fleksibel

Setara Utama (track record 3 tahun, rasio utang <4x)

Tingkatkan kualitas mid-cap

Utama

Standar tinggi

Dipertahankan, tapi audit lebih ketat

Jaga integritas blue chip


Penyesuaian ini dirancang agar hanya emiten berkualitas yang lolos, mirip praktik bursa maju seperti NYSE

Dampak bagi Investor dan Pasar

Investor ritel diuntungkan dengan berkurangnya risiko pump-and-dump, meski IPO tahunan mungkin turun 20-30% dari 100+ emiten per tahun. BEI optimis IHSG tetap atraktif berkat inflow asing dan fundamental makro yang solid. 

OJK dan Bapepam ikut pantau, dengan sanksi pidana lebih tegas bagi pelaku goreng saham. Secara keseluruhan, ini langkah proaktif menjaga integritas BEI sebagai bursa berkembang terdepan di ASEAN.
Next Post Previous Post