BNI Rencanakan Buyback Saham hingga Rp1,50 Triliun, Digelar Usai RUPST Maret 2026

BNI Rencanakan Buyback Saham hingga Rp1,50 Triliun, Digelar Usai RUPST Maret 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berencana melakukan buyback saham hingga Rp1,50 triliun untuk meredam tekanan jual di pasar dan memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan.

Detail Rencana

Rencana ini mencakup biaya transaksi seperti penyimpanan saham dan commitment fee sekitar 0,32% dari total nilai eksekusi, dengan dana bersumber dari arus kas bebas (saldo laba belum terpakai). Nilai buyback tidak melebihi 10% modal disetor perseroan, sesuai pengumuman Corporate Secretary Okki Rushartomo ke BEI pada akhir Januari 2026.

Jadwal Pelaksanaan

Persetujuan akan diminta di RUPST pada 9 Maret 2026, diikuti periode buyback dari 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027 (maksimal 12 bulan), dilakukan secara bertahap atau sekaligus via BEI. Pengumuman awal dilakukan 29 Januari 2026.

Latar Belakang

Buyback ini respons terhadap tekanan saham perbankan sepanjang 2025 akibat ketidakpastian global (geopolitik, perang tarif), pelemahan rupiah hingga Rp16.985/USD, dan perlambatan kredit domestik; saham BBNI hanya naik 0,5% YoY per akhir 2025. Langkah ini sinyal bahwa harga saham saat ini undervalued.

 

Next Post Previous Post