BPBD Pastikan Gempa Pacitan M 6,4 Tidak Berpotensi Tsunami
BPBD setempat, bekerja sama dengan BMKG, telah memastikan bahwa gempa bumi magnitudo 6,4 di Pacitan pada 6 Februari 2026 dini hari tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Pernyataan ini didasarkan pada analisis lokasi episenter di laut tenggara Pacitan dan karakteristik gempa dangkal yang tidak memicu deformasi dasar laut signifikan.
Konfirmasi dari BPBD
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan melalui pesan internal bahwa informasi dari BMKG menegaskan tidak ada ancaman tsunami, mengingat kedalaman hanya 10 km dan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Hingga pagi hari (sekitar pukul 04:33 WIB), BPBD belum menerima laporan korban jiwa, luka, atau kerusakan bangunan, meskipun getaran terasa hingga IV MMI di Pacitan, Bantul, dan Sleman. Mereka terus memantau lapangan untuk kemungkinan gempa susulan.
Alasan Tidak Berpotensi Tsunami
| (Foto Perkembangan Gempabumi dari BMKG) |
Intensitas getaran mencapai III-IV MMI di wilayah inti seperti Trenggalek, Wonogiri, Malang, dan sekitarnya, tapi tidak ada indikasi gelombang abnormal.
Data seismograf real-time mendukung penilaian ini, sehingga tidak ada peringatan dini tsunami (InaTEWS) yang diaktifkan.
Dampak Lokal dan Imbauan
Getaran dirasakan luas hingga Cirebon, Blitar, dan Jombang, menyebabkan warga panik keluar rumah, tapi tanpa kerusakan struktural signifikan yang dilaporkan.
BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, siapkan tas darurat, hindari bangunan retak, dan pantau update resmi untuk antisipasi aftershock hingga M 5,0.
Sebagai bagian dari koordinasi nasional, BNPB juga mendukung pemantauan di Jawa Timur dan DIY.

