Tingkat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,74%: BPS Catat 7,35 Juta Orang Menganggur
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia yang turun menjadi 4,74% pada November 2025 menurut BPS merupakan kabar positif bagi perekonomian nasional, dengan jumlah penganggur menyusut menjadi 7,35 juta orang dari sebelumnya 7,46 juta.
Latar Belakang Penurunan
Penurunan TPT ini dilaporkan BPS melalui rilis resmi pada 5 Februari 2026, mencerminkan data Survei Tenaga Kerja Nasional (Sakernas) November 2025 dibanding Agustus 2025.
Secara keseluruhan, penurunan mencapai 109.000 orang atau 1,47%, didorong oleh penyerapan tenaga kerja baru di sektor formal maupun informal, meski tantangan seperti ketimpangan regional masih ada.
Perbandingan dengan periode sebelumnya menunjukkan tren membaik: TPT Agustus 2025 di 4,85%, dan November 2024 sekitar 4,82%, menandakan pemulihan pasca-pandemi yang berkelanjutan.
Demografi Pengangguran
Gender: Pria 4,75% (turun dari 4,88%), wanita 4,71% (turun dari 4,82%), menunjukkan pemerataan akses kerja.
Daerah: Urban turun ke 4,92% (dari 5,09%), rural ke 4,45% (dari 4,51%).
Usia Produktif: Kelompok usia 15-24 tahun masih tertinggi di 13,85%, tapi turun 0,45 poin persen; lulusan sarjana menyumbang 7,46 juta penganggur secara kumulatif sebelumnya.
Total angkatan kerja 155,27 juta orang, dengan 147,91 juta bekerja dan tingkat penyerapan 95,26%.
Provinsi dengan TPT Tertinggi
Berikut tabel lengkap 10 provinsi teratas berdasarkan data BPS November 2025, di mana Papua mendominasi akibat keterbatasan infrastruktur dan lapangan kerja:
|
Provinsi |
TPT (%) |
|
Papua |
7,08 |
|
Jawa Barat |
6,66 |
|
Banten |
6,63 |
|
Papua Barat Daya |
6,56 |
|
Kepulauan Riau |
6,35 |
|
DKI Jakarta |
6,31 |
|
Maluku |
6,11 |
|
Sulawesi Utara |
5,78 |
|
Aceh |
5,60 |
|
Sumatera Barat |
5,52 |
Sebaliknya, provinsi seperti DI Yogyakarta (2,92%) dan Jawa Timur (3,15%) punya TPT terendah berkat industri kreatif dan manufaktur.
Implikasi Ekonomi
Penurunan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi 5,02% (yoy) triwulan IV-2025, didukung sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi yang menyerap 2,1 juta pekerja baru sepanjang 2025.
Bagi buruh, ini positif meski serikat pekerja meminta perhatian pada upah minimum dan perlindungan kerja informal yang masih 56% dari total pekerja.
Pemerintah melalui Kemnaker menargetkan TPT di bawah 4,5% akhir 2026 via program Kartu Prakerja dan pelatihan vokasi, relevan bagi Anda di Medan yang sering ikuti tren investasi dan pasar kerja Indonesia.

