BRI Cetak Laba Rp 57,13 Triliun Sepanjang 2025

 

BRI Cetak Laba Rp 57,13 Triliun Sepanjang 2025

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025, meskipun mengalami penurunan 5,26% dibandingkan Rp60,30 triliun pada 2024. Capaian ini diumumkan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam konferensi pers pada 26 Februari 2026. Penurunan laba ini disebabkan oleh tekanan efisiensi dan kualitas aset, meski kinerja top line tetap solid.

Baca Juga: Pinjaman KUR BRI 2026: Panduan Lengkap Syarat dan Tabel Cicilan Terbaru

Pertumbuhan Pendapatan Bunga

Pendapatan bunga BRI naik 4,27% menjadi Rp207,78 triliun dari Rp199,27 triliun tahun sebelumnya. Beban bunga hanya meningkat tipis 1,2% menjadi Rp57,28 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih plus pendapatan jasa asuransi melonjak 5,54% ke Rp151,8 triliun. Kenaikan ini mencerminkan kemampuan BRI menjaga margin di tengah fluktuasi suku bunga.

Ekspansi Kredit dan Aset

Penyaluran kredit dan pembiayaan syariah tumbuh signifikan 12,3%-12,67% menjadi Rp1.517,07 triliun hingga Rp1.521,49 triliun, dengan fokus pada segmen UMKM sebagai mesin pertumbuhan. Total aset konsolidasi mencapai Rp2.135,37 triliun, naik 7,1% dari Rp1.992,18 triliun di akhir 2024. Dana pihak ketiga (DPK) juga berkembang 7,42% menjadi Rp1.466,84 triliun, didukung CASA yang naik 12,11% ke Rp1.035,78 triliun.

Kinerja Rasio Keuangan

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross naik menjadi 3,29% dan NPL net 0,96%, sementara loan at risk (LAR) membaik ke 9,6% dari 10,7%. Return on assets (ROA) turun ke 2,64% dari 2,99%, ROE ke 16,84% dari 18,40%, dan net interest margin (NIM) ke 6,54% dari 6,75%. Beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik menjadi 71,50% dan cost to income ratio (CIR) 38,92%, menandakan tekanan efisiensi.

Prospek ke Depan

Meski laba turun, BRI menjaga pencadangan solid dengan NPL coverage 178,1% dan pertumbuhan kredit UMKM yang kuat. Kuartal IV-2025 menunjukkan pemulihan dengan laba Rp15,9 triliun, naik 8,2%. Bank ini optimis melanjutkan ekspansi di 2026 dengan likuiditas dan kualitas aset yang terjaga.

Next Post Previous Post